Nasir Minta Manajemen Apartemen Sudirman Penuhi Hak Pekerja

Danial
Nasir Minta Manajemen Apartemen Sudirman Penuhi Hak Pekerja
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil

Jakarta, HanTer - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta pihak manajemen Apartemen Sudirman Mansion kepada pekerja.  Para pekerja outsourching sesungguhnya menginginkan menjadi karyawan tetap.

"Juga jangan membuat para pekerja diberikan beban yang berlebihan, yang bukan dari apa yang telah menjadi tanggung jawab mereka, sehingga membuat pekerja itu resign," ujar Nasir Djamil kepada wartawan di Jakarta, Rabu 8 April 2020 malam, dalam menanggapi enam pekerja outsourching di Apartemen Sudirman Mansion yang mengaku diperlakukan tidak adil.

Ketika diminta tanggapan soal ada hak-hak yang tidak dipenuhi oleh pihak manajemen Apartemen Sudirman Mansion kepada enam pekerjanya? Legislator asal Aceh ini menerangkan pentingnya bersikap adil kepada sesama manusia.

"Iya harus adil, seharusnya tunaikan dong hak-hak mereka. Situasi seperti ini seharusnya pihak manajemen apartemen berempati, bukan malah sebaliknya," tutur Nasir.

Anggota DPR dari PKS ini menambahkan, hal ini bisa menjadi panjang. "Masalah ini juga bisa dipersoalkan secara hukum. Nanti link kirim ke saya, akan saya teruskan ke Pak Anies (Gubernur DKI)," pungkasnya.

Harmaein, S.H selaku kuasa hukum keenam tenaga outsourching tersebut mengatakan, "Sudah saatnya setiap perusahaan menghormati serta menghargai setiap karyawan, tanpa memandang status apakah karyawan tersebut merupakan karyawan tetap ataupun outsourching, karena biar bagaimanapun mereka bekerja untuk perusahaan meski tidak digaji secara langsung oleh manajemen," tegasnya.

Sebelumnya, nasib kurang beruntung dialami oleh enam karyawan berstatus tenaga outsourching yang bekerja di Apartemen Sudirman Mansion. Maksud hati ingin memberikan pelayanan yang baik kepada setiap penghuni apartemen, ke enam orang tenaga outsourching tersebut justru diperlakukan layaknya seseorang yang telah melakukan kejahatan.

Keenam tenaga outsourching tersebut ditarik dari penempatannya untuk bekerja di bagian Front Office Apartemen Sudirman Mansion, atas kesalahan yang tidak pernah dijelaskan oleh perusahaan outsourching, tempat dimana keenam tenaga outsourching tersebut bernaung.

"Kami merasa tidak diperlakukan secara adil, karena kami tidak melakukan perbuatan jahat maupun tindak kriminal sehingga tidak perlu kami di periksa seperti itu," ujar MM satu dari keenam tenaga outsourching tersebut.