Sudah Usulkan Karantina Wilayah ke Pemerintah Pusat, Anies: Kondisi Jakarta Sangat Mengkhawatirkan

Sammy
Sudah Usulkan Karantina Wilayah ke Pemerintah Pusat, Anies: Kondisi Jakarta Sangat Mengkhawatirkan

Jakarta, HanTer - Kondisi Jakarta sedang tidak baik-baik dan dalam level mengkhawatirkan. Pasalnya sejak 6 Maret 2020 hingga Minggu 29 Maret 2020 sebanyak 283 jenazah sudah dimakamkan dengan protokol pemulasaran jasad COVID-19, meski belum terbukti tertular virus berbahaya tersebut. 

Sementara hingga Senin (30/3/2020), total jumlah kasus positif corona di DKI Jakarta mencapai 720 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 48 orang, dan 76 meninggal dunia. 

Melihat tingginya lonjakan kasus dan angka kematian, Anies Baswedan sudah mengusulkan dan menyampaikan surat perihal karantina wilayah ke Pemerintah Pusat sebagai upaya memutus penularan virus corona penyebab COVID-19.

“Melihat angka kematian yang besar itu, situasi Jakarta sedang tidak baik-baik saja dan sangat mengkhawatirkan,” kata Anies

Mantan Mendikbud ini meminta kepada seluruh warganya untuk bersama-sama melawan COVID-19 dengan mengikuti seluruh instruksi upaya pencegahan. Salah satunya serius mengikuti arahan pembatasan jarak fisik atau physical distancing.

"Lonjakan angka kasus cukup besar di DKI Jakarta. Karena itu kepada masyarakat harus serius dalam melaksanakan pembatasan jaga jarak untuk mencegah penularan," kata Anies di Balaikota di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Karantina Wilayah

Anies telah mengusulkan dan menyampaikan surat perihal karantina wilayah ke Pemerintah Pusat sebagai upaya memutus penularan virus corona penyebab COVID-19.

"Keputusan karantina wilayah ada di kewenangan pusat, kami DKI Jakarta mengusulkan itu dan menyampaikan surat," ujar Anies saat menyampaikan keterangan pers di Balaikota, Jakarta, Senin. Dilansir Antara

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa karantina wilayah merupakan wewenang pemerintah pusat dan Pemda harus tunduk kepada putusan tersebut.

Meski menunggu arahan selanjutnya, Anies mengatakan Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah skema jika nantinya Pusat memberikan kewenangan kepada daerah yang melakukan hal tersebut.

Bahkan kata dia, skema itu telah diterapkan sejak dua pekan lalu seperti peliburan sekolah, pembatasan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, penutupan fasilitas umum, dan sejumlah hal lainnya.

"Kita sudah melaksanakan dalam dua pekan ini yang biasa disebut pembatasan sosial berskala besar," kata dia.

Hal lain yang menjadi skema karantina wilayah yakni menerbitkan surat penghentian layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), dan bus pariwisata guna mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19.

"Ya itu (pengehentian layanan transportasi) salah satunya. Nanti kepala dinas perhubungan yang akan menjelaskan. Poin utamanya Jakarta adalah episenter dan kita berharap apa yang terjadi di jakarta tidak menyeluruh ke luar jakarta makanya langkah-langkah pembatasan dilakukan," kata dia.

#Corona   #covid-19   #lockdown   #jakarta   #anies   #jokowi