Kejari Manokwari Terima Berkas Tahap Dua  Via Online

zamzam
Kejari Manokwari Terima Berkas Tahap Dua  Via Online

Jakarta, HanTer - Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Papua Barat menerima pelimpahan dua berkas perkara tindak pidana umum dari penyidik Polres Manokwari dengan menggunakan aplikasi zoom (online), Jumat (27/3/2020). 
 
"Pelimpahan berkas secara online salah satu upaya kami untuk mencegah penyebaran virus Corona, sebagaimana arahan pak jaksa agung," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat (Pabar) Yusuf kepada Harian Terbit, Jumat.

Ditegaskan penyerahan tahap 2 tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Karena sebelumnya telah terjalin koordinasi antara pihak penyidik Polres Manokawari dengan Penuntut Umum pada Kejari Manokawari. 

Barang bukti beserta kedua tersangka yakni, Marko Julian Mambobo dan Papua Ruales Paide alias Papua, telah diserahkan oleh penyidik Polri kepada Jaksa selaku penuntut umum.

Kedua tersangka tetap dilakukan penahanan dan di titipkan kembali ke rutan Polri untuk dijebloskan guna menjalani masa penahanannya. 

Tersangka Marko diancam dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun, dan Papua terancam dengan hukuman maksimal 20 tahun.

Tersangka Marko diancam dengan pasal  365 ayat (1)  dan pasal 170 ayat (1) KUHP. Sedangkan Papua Ruales diancam dengan pasal primair 114 ayat (1), Subsidair pasal 111 ayat (1)  dan lebih subsidair melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A, Undang undang  No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Aplikasi Zoom

Yusuf menjelaskan teknik penyerahan tahan dua secara online tersebut. Tersangka Marko bersama penyidik berada di Polres Manokwari dan JPU berada di kantor Kejari Manokwari. Sedangkan tersangka Papua, bersama penyidik berada di Polda Papua Barat dan JPU berada di ruang rapat Kejari Manokwari.

Oleh JPU mulai dengan menanyakan identetas tersangka. Kemudian tersangka membenarkannya, dan selanjutnya JPU meminta penyidik memperlihatkan barang bukti  (BB) kepada tersangka.

Selanjutnya BB tersebut dihitung,  dan disesuaikan dengan daftar BB sebagaimana yang terlampir dalam daftar BB maupun surat penetapan penyitaan Pengadilan Negeri Manokwari.

Kemudian kata Yusuf, anggotanya selaku JPU menyampaikan kepada tersangka, tentang penahanan yang dilakukan oleh JPU selama 20 hari kedepan, yang dimulai hari ini sampai 15 April 2020.

"Setelah selesai penyerahan tahap 2 secara online, selanjutnya para tersangka menandatangani berita acara penahanan untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri Manokwari," ujarnya.  

#TErsangka   #Tahap   #dua   #via   #online