Tajuk: Bantuan dan Subsidi Untuk Warga Miskin

***
Tajuk: Bantuan dan Subsidi Untuk Warga Miskin

Sejumlah kalangan meminta pemerintah memberikan bantuan keberlangsungan hidup kepada pedagang kecil, nelayan, petani, pengemudi ojek 'online' (Ojol), sopir angkot yang terdampak kebijakan 'social distancing' atau 'physical distancing' (pembatasan fisik) untuk menekan penyebaran wabah Virus Corona COVID-19.

Alasan pemberian bantuan karena rakyat berpenghasilan pas-pasan itu bekerja dengan penghasilan harian. Sejak adanya 'social distancing' pendapatan mereka jauh merosot.

Kita sepakat dengan usulan Ketua Umum Gumregah Nusantara yang juga Ketua Umum DPP APKLI dr Ali Mahsun M, Biomed yang meminta pemerintah memberikan bantuan kebutuhan bahan pokok selama tiga bulan kepada warga yang ekonominya rendah akibat terdampak COVID-19.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan juga meminta pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak penyebaran COVID-19, salah satunya dengan langkah merelokasi anggaran Negara dengan bantuan langsung kepada pihak-pihak yang di rumah tidak bekerja karena dampak COVID-19.

Zulkifli memintapembangunan infrastruktur dihentikan dahulu karena yang penting adalah orang bisa makan dan sehat dahulu.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat miskin akan mendapatkan keringanan tagihan listrik selama enam bulan di masa tanggap darurat bencana COVID-19, khususnya rumah tangga dengan daya 450 Watt dan 900 Watt.

Bantuan sosial lain yang akan diberikan Pemerintah antara lain mempercepat pencairan bantuan program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Wapres mengatakan sedikitnya 15,2 juta rumah tangga akan mendapat BLT yang diberikan mulai April, sebagai dampak dari penyebaran COVID-19. Sementara bantuan PKH akan dimajukan pencairannya untuk meringankan beban masyarakat miskin dan rentan terdampak COVID-19.

Bantuan juga akan diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang terdampak wabah COVID-19. Bantuan ini untuk meringankan beban mereka, misalnya, penangguhan cicilan dan juga insentif lainnya.

Menurut Wapres, UMK merupakan sektor yang sangat terdampak akibat penyebaran wabah COVID-19 karena aktivitas perekonomian menjadi terbatas ketika Pemerintah menerapkan kebijakan social distancing. 

Kebijakan relaksasi terhadap UMK harus diterapkan supaya roda perekonomian usaha rakyat tersebut tetap dapat berjalan di tengah tekanan ekonomi global dan nasional akibat wabah COVID-19.

Kita sangat mendukung berbagai bantuan yang diberikan kepada warga yang berpendapatan kecil. Mereka harus diselamatkan supaya usahanya tidak mati, bisa berlanjut. Oleh karena itu perlu ada insentif-insentif yang diberikan.

Prioritas paling mendasar yang terkait dengan urusan keselamatan warga dan menyangkut ketersediaan bahan pangan, distribusi dan bantuan orang miskin, termasuk mereka yang mendadak menjadi miskin karena berhenti bekerja.

Selain itu, tentu masalah kesehatan, terkait ketersediaan obat-obatan, rumah sakit, tenaga medik dan kaitannya. Yang tak kalah penting adalah terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat dan tentunya pendidikan.
 
Seluruh elemen bangsa untuk bersatu, saling menguatkan, saling mendukung, dan saling mendoakan antarsesama agar persoalan COVID-19 bisa segera teratasi. Itulah sebabnya seluruh warga harus patuh untuk bekerja dari rumah dan melaksanakan social distancing dan physical distancing yang sudah dicanangkan pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Untuk menghadapi virus ini kuncinya adalah persatuan bangsa. Semua harus bertindak cepat dan tepat termasuk menyangkut segala biaya dan risiko yang akan dihadapi. 
Meski sebarannya semakin meluas dan membuat sebagian warga panik, kita harus yakin mampu melawan penyakit tersebut. 

Indonesia bisa melawan virus tersebut asalkan kita semua bersatu melawan corona. Vietnam dan Singapura adalah contoh yang baik bagaimana cara mereka melawan corona.

Mari kita jadikan wabah corona ini sebagai gerakan solidaritas nasional. Mari hadapi situasi ini bersama-sama, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.  Semua pihak agar disiplin dalam melaksanakannya semua langkah-langkah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mencegah virus ini.

Mari kita bahu-membahu dan saling bersatu dalam mengatasi wabah virus corona ini. Kita sama-sama bersepakat untuk menyehatkan Indonesia.

#Corona   #covid-19   #subsidi   #harga   #pangan   #sembako