Aktivis: Tanpa Demo Berjilid-Jilid, Novel Baswedan Harusnya Contoh Sikap Ksatria Para Penyiramnya

Safari
Aktivis: Tanpa Demo Berjilid-Jilid, Novel Baswedan Harusnya Contoh Sikap Ksatria Para Penyiramnya

Jakarta, HanTer - Aktivis Corong Rakyat meminta agar penyidik KPK Novel Baswedan untuk mencontoh sikap ksatria dan gentle para penyiramnya Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang bertanggung jawab mengakui kesalahannya sampai diajukan ke persidangan.

 

"Para penyiram baik itu Ronny dan Rahmat lebih gentle dan ksatria ketimbang Novel Baswedan yang tidak mengakui kesalahannya dalam kasus sarang burung walet di Bengkulu," tegas salah satu aktivis Corong Rakyat Daud saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

 

"Penyiramnya bersalah tapi layak diacungi jempol karena sikap gentle nya. Daripada Novel Baswedan sendiri gak gentle," kata dia lagi.

 

Bahkan, kata Daud, keduanya rela tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan respon Novel Baswedan yang masih bertingkah sombong merasa kebal hukum. Harusnya Novel Baswedan menyerahkan diri setelah menyadari perbuatannya tersebut sama-sama melawan hukum tanpa harus didemo berjilid-jilid.

 

"Tanpa didemo berjilid-jilid mengemis-ngemis depan Kejagung, Novel Baswedan eks Kasat Reskrim Bengkulu itu harusnya menyadari perbuatannya dengan menyerahkan diri. Masa kami dan korban atau keluarga korban harus memohon-mohon kepada Novel Baswedan," sambungnya.

 

Dia kembali mengingatkan agar Novel Baswedan untuk menyerahkan diri dan merasa tanggung jawab sebagai ksatria atas tindakannya yang diduga melakukan penganiayaan berat dan menghilangkan nyawa seseorang.

 

"Yang saya hormati Bapak Novel Baswedan yang saya cintai dan saya banggakan pujaan para pegiat antikorupsi, tanpa harus kami mendesak Jaksa Agung untuk mengadili anda, maka sebaiknya Bapak Novel Baswedan menyerahkan diri dan bertanggung jawab juga. Contohlah para bintara itu yang gentle mengakui kesalahannya," pungkasnya.

 

Sementara itu, dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

 

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.