Tajuk: Bahu-Membahu dan Bersama-sama Mencegah Corona

***
Tajuk: Bahu-Membahu dan Bersama-sama Mencegah Corona

Sebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia terus meluas. Pasien yang dinyatakan positif  mencapai 514. Dari jumlah tersebut, 38 pasien meninggal dunia dan 20 pasien dinyatakan sembuh. 

Korbannya pun tak hanya rakyat biasa, juga pejabat tinggi Indonesia, yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sebaran kasus COVID-19 melebar tidak hanya di Jakarta, dan kota di Jawa Barat, seperti Depok dan Bandung, melainkan juga Tangerang, Banten; Surakarta, Jawa Tengah; Yogyakarta; Bali; Manado, Sulawesi Utara serta Pontianak, Kalimantan Barat.

Meski sebarannya semakin meluas dan membuat sebagian warga panik, kita harus yakin mampu melawan penyakit tersebut. Tentu kita sambut positif pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang merasa yakin  Indonesia bisa bersatu melawan corona  melalui persatuan dan gotong royong.

Menurutnya, Indonesia bisa melawan virus tersebut asalkan kita semua bersatu melawan corona. Vietnam dan Singapura adalah contoh yang baik bagaimana cara mereka melawan corona.

Kita apresiasi ajakan Erick Thohir. Itulah sebabnya kita meminta agar semua elemen masyarakat harus aktif menjalankan perannya masing-masing, mengingat pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dengan demikian penyebaran virus Corona dapat diminimalisasi.

Tentu saja kunci utama untuk terhindar dari penyakit itu adalah menjaga kesehatan dan harus memiliki saya tahan tubuh yang kuat. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta semua pihak mengedepankan nilai Pancasila yaitu kegotongroyongan dalam mengatasi musibah COVID-19 sehingga bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial dapat membantu warga yang membutuhkan.

Bamsoet menilai saat ini sudah saatnya bagi para pengusaha ataupun konglomerat untuk peduli dan menyisihkan sedikit keuntungan usahanya untuk membeli antiseptik yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu.

Selain itu Bamsoet menilai langkah pemerintah yang membuat kebijakan agar masyarakat bekerja dari rumah (WFH) merupakan bentuk pencegahan dan antisipasi agar masyarakat tidak terjangkit COVID-19.

Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar, dan beribadah di rumah karena masifnya penyebaran penyakit saluran pernafasan yang disebabkan virus corona jenis baru (COVID-19).

Presiden mengatakan, saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah COVID-19 ini tertangani dengan maksimal.

Masyarakat harus mulai rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan kantor dan rumah, berolahraga, dan tidak menghadiri acara yang penuh orang seperti konser, pertandingan olahraga, dan tempat wisata. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran wabah virus Corona.

Kita juga meyakini penyakit ini bisa kita ‘diusir’ dari negeri ini. Selain peran serta semua elemen masyarakat, pemerintah juga terus berupaya untuk mencegah penyebarannya. 

Selain menyiapkan dana yang besar, juga sudah menyiapkan ratusan rumah sakit untuk melayani masyarakat baik yang terinfeksi amupun yang belum terinfeksi untuk mengecek kesehatannya atau apakah ada tanda-tanda terjangkit menyakit yang sudah membuat susah banyak Negara itu.

Para pengamat kesehatan mengemukakan, pendekatan penanganan COVID-19 tidak lagi berbasis kasus, melainkan berbasis komunitas setelah sebaran wabah itu meluas ke kota-kota lain di Indonesia.

Kepada seluruh rakyat Indonesia tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan di stop.

Meski sebaran virus ini semakin meluas harapan kita masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Mari kita jadikan wabah corona ini sebagai gerakan solidaritas nasional. Mari hadapi situasi ini bersama-sama, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Itulah sebabnya, masyarakat untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan maupun lonjakan harga kebutuhan pangan di pasar. Pasalnya, pemerintah telah memastikan stok 11 jenis bahan kebutuhan pokok pangan dalam kondisi aman. Dengan begitu, kekhawatiran stok pangan menipis hingga harga naik tidak perlu terjadi.

Untuk mencegah penyakit ini lebih meluas dibutuhkan kerjasama dan kesadaran dari semua pihak agar disiplin dalam melaksanakannya semua langkah-langkah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mencegah virus ini.

Mari kita bahu-membahu dan saling bersatu dalam mengatasi wabah virus corona ini. Kita sama-sama bersepakat untuk menyehatkan Indonesia.