Antropolog UI : Tidak Tepat  Rehabilitasi bagi Artis Pecandu Narkoba 

safari
 Antropolog UI : Tidak Tepat  Rehabilitasi bagi Artis Pecandu Narkoba 

Jakarta, HanTer - Antropolog Universitas Indonesia (UI) Yophie Septiady mengatakan, ada dua hal yang membuat banyak artis yang terjerat atau bisa memakai narkoba. 

Pertama, karena ia mencari dan membutuhkan narkoba. Artis mencari atau membutuhkan narkoba juga karena 2 alasan, yakni memang sudah terjerat narkoba (bahkan sebelum menjadi artis atau sebelum tenar); dan coba-coba sehingga keterusan yang akhirnya nyandu atau ketagihan.

Kedua, karena ia ditawari untuk menggunakan narkoba. Untuk artis yang ditawari narkoba, karena pengedar melihat dan mempelajari kondisi artis tersebut. Melihat dalam pengertian si artis sebagai calon potensial konsumen narkoba dari sisi keuangan. Mempelajari dalam pengertian: kondisi kerja, jadwal ketat, tingkat tekanan kerja, persaingan antar artis, dan sebagainya yang dinilai dapat masuk sebagai doktrin obat bagi permasalahan si artis.

"Yang menjadi masalah, artis adalah publik figur sehingga setiap ada artis yang tertangkap karena menggunakan narkoba, beritanya akan besar, seperti iklan narkoba yang terkesan prestisius (khususnya sabu-sabu, inex, dan sebagainya) karena yang pakai narkoba itu artis, keren; bukan gelandangan," ujar Yophie kepada Harian Terbit, Minggu (22/3/2020).

Yophie menuturkan, untuk memberikan efek jera maka hukuman rehabilitasi bagi kebanyakan artis tidak tepat - khususnya bagi artis yang sudah lama menggunakan narkoba atau sebelum menjadi artis dan terkenal. Karena, artis yang seperti ini bisa saja membawa pengaruh buruk bagi artis lainnya.  Bahkan bisa saja artis tersebut yang mengajak artis lainnya untuk menggunakan narkoba. 

"Jika artis seperti ini dihukum rehabilitasi hasilnya adalah dagelan saja. Karena tim ahli BNN sudah bisa memastikan berapa lama orang tersebut menggunakan narkoba," tandasnya.

Yophie menilai, hukuman rehabilitasi bisa dilakukan untuk artis pengguna baru narkoba. BNN sebagai lembaga yang berwenang dalam kasus narkoba juga mempunyai standarnya, kapan pengguna narkoba disebut pemakai baru atau memang pemakai akut. Penegakan hukum bagi para artis pengguna narkoba sering anti klimaks dengan berita penangkapannya. Beritanya besar keputusan hukumannya remeh (kecil).

"Sama seperti kasus korupsi. Padahal ada hukuman maksimal, yaitu mati," tegasnya.