Jakarta Tanggap Darurat 14 Hari

Warga Jangan Ke Luar Kota, Tempat Hiburan Ditutup

Sammy
Warga Jangan Ke Luar Kota, Tempat Hiburan Ditutup
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah)

Jakarta, HanTer-- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah antisipatif dengan menaikkan status Ibukota menjadi tanggap darurat bencana Covid-19 atau penyebaran virus Corona.

Hal ini dilakukan mengingat korban virus corona atau COVID-19 terus bertambah. Bahkan, hari ini, 369 orang di Indonesia dipastikan positif terkena COVID-19 dan 32 orang meninggal akibat virus tersebut.

Sebelumnya Anies Baswedan mengumpulkan 267 Lurah dan 44 Camat untuk membahas terkait penyebaran virus corona di Ibu Kota. Salah satu poin yang disampaikan Anies, ia meminta anak buahnya agar mengingatkan warga tidak keluar Jakarta.

“Saya penting garis bawahi, tolong kabari semua warganya, Jangan meninggalkan Jakarta. Sampaikan kepada RT/RW (agar warganya) jangan meninggalkan Jakarta kecuali genting/ urgent, jangan pergi, tahan,” kata Anies dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Anies meminta warganya tidak melakukan perjalanan ke luar kota setidak dalam tiga pekan ke depan. Ia meminta semua aparat dan masyarakat bersama membantu negara agar penyebaran tidak meluas.

“Paling tidak selama tiga minggu ke depan jangan bepergian, bertahan dulu di Jakarta, tunda. Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami oleh tempat tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah,” ungkap Anies.

Kegiatan Agama

Anies juga meniadakan kegiatan peribadatan yang dilakukan secara bersama-sama selama dua pekan ke depan. Dia mengatakan kebijakan itu diambil atas kesepakatan bersama dengan para pemuka agama yang ada di Jakarta.

“Kita menyepakati tadi bahwa kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah-rumah ibadah, kita menyepakati untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan,” kata Anies dalam konferensi persnya di Balai Kota, Jakarta.

Perkantoran Tutup

Anies menyerukan kepada dunia usaha agar menghentikan kegiatan perkantoran. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19). Hal itu dituangkan dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 yang baru ditandatangani Anies.

“Seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara dihentikan menutup operasional dan lakukan kegiatan di rumah,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Namun bagi perusahaan yang tak bisa menghentikan secara total kegiatannya, Anies menyerukan agar mengurangi kegiatan dan mendorong karyawannya bekerja di rumah.

Tempat Hiburan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara operasional tempat hiburan terkait antisipasi dan penanggulangan virus corona (COVID-19). Penutupan usaha wisata dan tempat hiburan di DKI Jakarta berlaku terhitung 23 Maret hingga 5 April 2020.

"Mengingat penyebaran corona virus yang makin mengkhawatirkan kami akan melakukan menutup sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Cucu Ahmad Kurnia di Jakarta, Jumat.

Industri pariwisata yang diberlakukan penutupan sementara diantaranya klub malam, diskotek, pub, karaoke keluarga, karaoke eksekutif, bar, griya pijat, spa, bioskop, bola gelinding, bola sodok, mandi uap, seluncur, area permainan ketangkasan manual, mekanik dan elektronik untuk orang dewasa.