Aktivis Tuntaskan Kasus Sarang Burung Walet Gelar #AksiNyataLawanCorona

Safari
Aktivis Tuntaskan Kasus Sarang Burung Walet Gelar #AksiNyataLawanCorona
Aksi para pemuda dan aktivis yang tergabung Corong Rakyat juga menjadi Jumat Berkah, karena ikut berkontribusi dengan membagikan sembako gratis ke masyarakat.

Jakarta, HanTer  - Para pemuda dan aktivis yang menuntut adili Novel Baswedan terkait kasus sarang burung walet menggelar #AksiNyataLawanCorona di depan Kejagung, Jumat (20/3/2020). Aksi para pemuda dan aktivis yang tergabung Corong Rakyat juga menjadi Jumat Berkah, karena ikut berkontribusi dengan membagikan sembako gratis ke masyarakat.

"Karena masker harganya melejit, maka aksi adili Novel Baswedan memilih bagikan sembako gratis ke masyarakat. Karena Corona, masyarakat ikuti saja saran pemerintah agar mininalisir kegiatan diluar rumah dan semoga sembako ini bisa membantu mencukupi kebutuhan masyarakat," ungkap koordinator aksi, Daud.

Selain peduli Corona, mereka juga tetap menyerukan agar Kejaksaan Agung menindaklanjuti kembali kasus sarang burung walet yang menyeret eks Kasat Reskrim Bengkulu Novel Baswedan. Caranya, dengan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan.

"Kasus penyiraman Novel Baswedan kemarin sudah digelar sidang perdananya di PN Jakut, maka biar adil Jaksa Agung juga mengadili Novel Baswedan di Pengadilan," sebutnya.

"Insya Allah, masyarakat mendukung supaya Novel Baswedan lekas diadili," ujarnya lagi.

Jikapun nantinya mantan Polisi itu terbukti bersalah, maka Novel Baswedan sudah sepantasnya di penjara sebagai bentuk mempertanggung jawabkan kelakuannya dan dosa-dosanya selama ini.

"Jika ini tidak digubris, maka kami akan melakukan aksi kembali disaat Novel Baswedan memberikan keterangannya sebagai saksi di Pengadilan. Kami tidak akan takut dan akan terus lakukan perlawanan," pungkasnya.

Sementara itu, dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.