Rakyat Butuh Masker, Kemana Parpol dan Orang-orang Kaya?

Alee
Rakyat Butuh Masker, Kemana Parpol dan Orang-orang Kaya?

Jakarta, HanTer - Saat pemilihan anggota legislatif (Pileg), semua partai sanggup bagi-bagi kaos bermerk partai dan calegnya, walau rakyat tidak butuh. Sekarang saat rakyat butuh satu masker saja tidak ada partai yang sanggup memberi. Sebarkan biar sampai ke ketua umum partai supaya mereka tahu rakyatnya butuh masker

Demikian antara lain pesan yang disampaikan lewat media sosial dan sejumlah grup WA, Kamis (19/3/2020). 

Pesan ini pun ditanggapi sejumlah warga masyarakat. “Di saat wabah corona merebak rakyat butuh masker yang saat ini langka dan kalaupun ada harganya mahal. Kemana pimpinan partai politik, para pengusaha kaya dan lainnya. Kenapa mereka tidak peduli membantu rakyat satu masker aja,” ujar Dani, warga Cibubur, Jakarta Timur kepada Harian Terbit, Kamis (19/3/2020).

Hal senada disampaikan Ahmad Baidowi, dosen sebuah perguruan tinggi swasta. “Seharusnya parpol dan orang-orang kaya memberikan bantuan masker dan sanitizer kepada warga terutama warga yang kurang mampu.  Inilah bentuk kesetiakawanan sosial kita, yang kaya dan punya kuasa membantu rakyat kecil yang tidak mampu membeli masker dan sanitizer,” ujarnya.

“Ditunggu kirimannye, kagak pake logo partai juga gak ape-ape,” ujar seorang warga di sebuah Grup WA.

Nur Halimah juga mengharapkan kepedulian parpol dan para dermawan untuk membantu masyarakat. “Di saat wabah corona mengganas negeri ini membutuhkan para dermawan yang bisa membantu rakyat tidak mampu. Apalagi hanya sebuah masker dan sanitizer. Jangan di saat mau kampanye rakyat dibutuhkan dengan memberikan bantuan macam-macam. Inilah saatnya membantu rakyat,” kata Nur warga Kalimalang, Jaktim ini.

Masker Langka

Di tengah kondisi darurat virus corona covid-19, ketersediaan masker maupun hand sanitizer masih langka di pasaran. Banyak apotek-apotek sudah tidak menyediakan barang yang sekarang ini sangat diburu masyarakat tersebut.

Jika pun tersedia harga masker selangit. Biasanya, hanya dibanderol sekitar harga Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kotak, sekarang para penjual menjualnya dengan harga ratusan ribu hingga jutaan per kotak. Hal itu membuat sebagian besar orang sulit mencari masker dengan harga normal dan enggan membeli masker karena mahal.