Wabah Corona Meluas, APBN 2020 Bakal Ambyar 

Safari
Wabah Corona Meluas, APBN 2020 Bakal Ambyar 

Jakarta, HanTer - Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan, saat wabah virus corona semakin meluas sehingga membuat urusan pemerintah menjadi semakin berat. Namun yang lebih berat lagi adalah urusan tidak mempunyai uang. Karena berdampak pada tiga hal sekaligus, yakni tidak punya uang untuk membeli makanan, tidak punya uang untuk memeriksa kesehatan, dan jika tertular berarti tidak mempunyak uang untuk berobat.

"Sekarang, masalah terberat  dihadapi pemerintah Jokowi – Ma’ruf adalah pemerintah tidak punya uang. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal Ambyar (berantakan) kata anak milenial," ujar Salamuddin Daeng di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Salamudin menuturkan, seluruh target penerimaan dalam APBN 2029 akan merosot tajam, sementara seluruh kewajiban akan menggunung. Kondisi ini jika tidak mendapat penanganan secara baik maka bisa membuat Pemerintahan Jokowi Makruf ambyar. Masalah berat  yang dipikul APBN tersebut datang dari merosotnya harga komoditas terutama minyak, gas dan batubara. 

Ketiga komoditas tersebut selama ini merupakan penopang utama penerimaan dalam APBN. Selain itu harga minyak telah menurun ke posisi paling rendah dalam 5 tahun terakhir, yakni 28 dolar AS per barel. Batubara juga menurun tajam menuju harga terendah dalam lima tahun yakni 34 dolar AS per ton, sementara harga gas alam pada posisi 1,8 dolar per MMBTU. 

"Posisi harga komoditas penopang utama APBN memburuk, dengan penyebab yang sangat kompleks, sehingga tak mudah mencari jalan keluarnya," tandasnya.

Harga Minyak    

Masalah penurunan harga minyak, gas dan batubara, sambung Salamudin, adalah masalah kunci dalam penerimaan APBN Indonesia. Mengingat komoditas ini adalah penyumbang paling besar terhadap  pendapatan negara dari  pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP). karena jika harga komoditas minyak, gas dan batubara tinggi maka investasi yang masuk ke sekrtor ini meningkat, produksi meningkat, ekspor meningkat, bagi hasil meningkat, dan royalti memingkat. 

"Hasilnya pendapatan negara dari pajak dan PNBP meningkat. Sementara hari ini kondisinya adalah sebaliknya," paparnya.

Menurutnya, jika pelemahan harga komoditas berlangsung lama, ditambah wabah corona belum jelas kapan akan berakhir, maka sebagian besar sumber keuangan pemerintah akan kering kerontang. Satu satunya harapan yang tersisa adalah sita aset para koruptor, baik yang waktu lalu minta ampun dan tidak mau minta ampun lewat tax amnesti. 

"Sulit membayangkan pemerintah tak punya uang, sementara sedang kena serangan corona, bagaimana kita makan dan beli obat?," pungkasnya.

#Corona   #covid-19   #apbn