Gula Pasir dan Telur Ayam Langka, Pemerintah Harus Jaga Harga Beras Tidak Naik

Harian Terbit/Sammy
Gula Pasir dan Telur Ayam Langka, Pemerintah Harus Jaga Harga Beras Tidak Naik

Gula pasir dan telur ayam di sejumlah toko jaringan retail waralaba modern di Jakarta sudah kosong atau langka, bahkan ada beberapa gerai, sejak sebulan lalu sudah tidak ada pasokan komoditas itu.

Petugas penjualan Indomaret terletak di Jalan Kramat Pulo Dalam, Jakarta Pusat, Rabu, Asep Kuryanto, mengatakan stok gula pasir sudah kosong sejak satu minggu yang lalu dan belum ada pengiriman barang kembali.

"Ketika stok ada juga emang cepat habis, langsung dibeli banyak sama ibu-ibu, sejak soal virus Corona banyak diberitakan," kata Asep.

Asep juga mengatakan jika dirinya belum mengetahui kapan gula pasir tersebut akan dikirim kembali.

Tak hanya gula pasir, stok telur ayam di Alfamart juga kosong, hal tersebut diakibatkan karena belum adanya pengiriman barang kembali.

"Sejak dua hari yang lalu kosong dan sekarang belum ada pengiriman lagi, hari ini atau besok mungkin baru akan dikirim lagi," kata petugas penjualan Alfamart Kramat Pulo 2 di Jalan Kramat Pulo, Sultan Nasution, dilansir Antara.

Sudah Sebulan

Hal serupa juga terjadi di beberapa gerai lain seperti di Indomart Jl. Letjen Soeprapto No. 1 dan Alfamart Jl. Letjen Soeprapto 2 No. 3, Kelurahan Galur, Jakarta Pusat. "Gula pasir kosong, belum ada yang masuk lagi dari distributor," kata salah satu petugas Indomart, Hilda Oktaviani.

Ia tidak tahu secara pasti kapan stok gula tersedia lagi karena sudah kurang lebih satu bulan tidak menjual gula. "Gak tahu tuh, kurang lebih udah sebulan gak jual gula," kata Hilda.

Begitu pula dengan Alfamart, ketersediaan gula pasir kosong dengan alasan yang serupa. Petugas di ritel tersebut mengatakan belum ada informasi soal ketersediaan stok gula pasir. "Gak tahu tuh kapan adanya, belum ada informasi ada info masuk," kata petugas Alfamart, Sendy Nur Illahi.

Beras

Pemerintah diingatkan untuk menjaga dan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di tengah pandemi virus corona. Terlebih, prihal ketersediaan beras yang menjadi sangat penting karena merupakan komoditi pangan pokok masyarakat Indonesia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania, mengatakan, selama pandemi virus corona di Tanah Air ketersediaan beras tentu menjadi sangat penting. Selain itu, stabilitas harga jual beras, perlu diperhatikan pemerintah apalagi menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

“Peemerintah untuk menjaga dan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di tengah pandemi virus corona. Pemerintah katanya harus belajar dari kondisi gula dan bawang putih yang tidak bisa dipenuhi pemerintah hingga harganya melonjak tajam,” katanya di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan saat ini stok beras yang dimiliki sebanyak 1,5 juta ton CBP (cadangan beras pemerintah) yang tersebar di seluruh wilayah gudang Bulog. Dengan target penyerapan beras hingga April, stok beras Bulog diperkirakan menjadi 2,7 juta ton.

"Sampai Puasa dan Lebaran pun kami yakinkan aman, apalagi sampai akhir tahun kalau kami bisa menyerap di Maret-April nanti, saya yakinkan stok Bulog untuk beras aman," kata Tri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Dengan jumlah stok beras yang cukup besar sebanyak 1,5 juta ton, Bulog memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan harga yang tak terduga akibat pandemi virus corona maupun menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebutuhan pangan sampai dengan mulainya musim panen raya nanti.

Tri pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir atau dengan memborong beras di luar kebutuhan. Hal itu karena Bulog menjamin stok tidak hanya di DKI Jakarta saja, tetapi juga sampai wilayah terluar, seperti Wamena dan Puncak Jaya, Papua.

#Corona   #sembako   #harga   #gula   #beras   #minyak