RR Sebut Masuknya WNA Tiongkok ke Indonesia Ada Interest Pejabat Rangkap Pengusaha

Safari/Danial
RR Sebut Masuknya WNA Tiongkok ke Indonesia Ada Interest Pejabat Rangkap Pengusaha
49 TKA China yang baru tiba di Bandara Haluoleo

Jakarta, HanTer - Masuknya 49 warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja dengan memakai visa kunjungan dan mendapatkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina kesehatan, dikecam sejumlah kalangan. Masuknya WNA ini viral di media sosial.

Tokoh nasional DR Rizal Ramli turut mempertanyakan kedatangan WNA tersebut. Dia juga mempersoalkan lambannya pemerintah dalam merespon mencegah wabah corona.

“Respon awal pemerintah menangani corona lamban dan terlambat. Bahkan mengeluarkan kebijakan ngawur mengeluarkan anggaran Rp72 miliar untuk influencer dan memberi subsidi kepada airline. Jadi selama 2,5 bulan sejak corona mewabah tidak ada gebrakan,” ujar Rizal dalam acara ILC TVOne, Selasa malam.

Terkait masuknya WNA Tiongkok ke Indonesia, mantan Menko Kemaritiman ini juga menyangkannya. “Kok ditengah wabah corona seperti saat ini masih ada yang izinkan pekerja Tiongkok masuk. Saya kira ini ada interest pejabat tinggi kita yang rangkap menjadi pengusaha. Dia teman saya, sudah kaya. Sudahlah berhenti sebentar untuk kepentingan nasional,” papar Rizal pada acara itu.

Harus Diusir

Terpisah, Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan mengatakan, adanya 49 warga negara China, masuk ke Sultra untuk bekerja dengan memakai visa kunjungan dan mendapatkan persetujuan, kartu kewaspadaan kesehatan dari Kantor Kesehatan tanpa karantina kesehatan menjadi bukti bahwa negara ini lebih tunduk kepada kepentingan asing daripada melindungi rakyatnya sendiri. 

"Saya bilang ini semua soal keterbukaan. Kembalikan dan usir 49 TKA China itu ke negara asalnya," tegasnya.

Adi menilai lolosnya 49 TKA masuk Indonesia juga membuktikan pemerintah tidak serius dalam menangani serangan virus Corona.  Bahkan pemerintah terkesan tidak jujur dan transparan terkait penanganan virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Karena dari sikap pemerintah yang tidak memberlakukan lockdown saja sudah terlihat bahwa ada ketidakjujuran yang dilakukan pemerintah.

Harus Dibatalkan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memperketat izin bagi warga negara asing (WNA) yang ingin berkunjung, tinggal, ataupun bekerja di Indonesia.

"Saya mendorong Pemerintah memperlakukan WNA Cina secara tegas dengan perlakuan yang sama serta membatalkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tersebut, mengingat dalam situasi seperti ini tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap WNA mana pun," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya terkait dengan 49 warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja dengan memakai visa kunjungan dan mendapatkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina kesehatan.

Bamsoet mendorong Pemerintah melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk segera mendatangi lokasi perusahaan di kawasan industri Virtue Dragon Nickel Industry, tempat warga negara RRT bekerja.

Hal itu untuk mengecek kondisi kesehatan dan mengisolasi tenaga kerja asing (TKA) asal RRT. Hal ini sebagai upaya mencegah masuknya COVID-19 di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, Virtue Dragon Nickel Industry adalah tempat para warga negara China bekerja untuk mengecek kondisi kesehatan dan mengisolasi TKA asal China tersebut, sebagai upaya mencegah masuknya virus Covid-19 di wilayah tersebut. 

Kapolri

Komisi III DPR meminta Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan klarifikasi secara terbuka terkait polemik pernyataan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam atas video berdurasi 58 detik yang merekam kedatangan 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China di media sosial.

"Komisi III DPR RI meminta kepada Kapolri untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi secara terbuka dan komprehensif mengenai permasalahan tersebut," kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Supriansa dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan pernyataan yang dikeluarkan Kapolda Sultra terkait TKA asal China, ternyata ada perbedaan dengan pernyataan pihak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sultra.

Sebelumnya, Kapolda Sultra menyebut 49 TKA China yang baru tiba di Bandara Haluoleo merupakan pekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi Kabupaten Konawe.

Menurut dia, para TKA tersebut dari Jakarta untuk memperpanjang visa yang telah habis menyusul larangan keluar masuknya TKA.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra melalui press release pada 16 Maret 2020 menyatakan bahwa 49 TKA tersebut adalah TKA baru yang berasal dari Provinsi Henan, China, dan baru tiba di Kendari dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan melakukan transit di Thailand.

#Corona   #china   #wna   #tiongkok