Anies: Seluruh Kecamatan Ada Kasus, Waspada Virus Corona Sudah Menyebar di Jakarta

Alee
Anies: Seluruh Kecamatan Ada Kasus, Waspada Virus Corona Sudah Menyebar di Jakarta
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kasus Virus Corona (COVID-19) baik yang terkonfirmasi positif, berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP), tersebar hampir di seluruh Jakarta.

"Dari data ini sudah bisa dibayangkan bahwa hampir di seluruh kecamatan, ada kasus," kata Anies setelah menunjukkan gambar sebaran COVID-19 di DKI Jakarta pada konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Berdasarkan gambar tersebut, terlihat ada 17 pasien positif COVID-19 tersebar di beberapa kecamatan yakni Tanjung Priok (dua), Kelapa Gading (dua), Kramat Jati (satu), Pancoran (satu), Cilandak (satu), Mampang Prapatan (dua), Kebayoran Baru (satu), Kebayoran Lama (dua), Kebon Jeruk (satu), Kembangan (satu), Cengkareng (dua) dan Penjaringan (satu), sementara yang masih menunggu hasil, tersebar di hampir seluruh kecamatan Jakarta.

"Maka saya sampaikan pada seluruh masyarakat Jakarta untuk memprioritaskan kegiatan di rumah dan pemukiman sekitar, kurangi kegiatan di tempat-tempat yang ramai, sebisa mungkin dan berkegiatan lebih terbatas serta tidak melakukan interaksi di luar rumah," ucap Anies.

Hingga saat ini yang diumumkan secara nasional, kasus Virus Corona COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 69 kasus dan dari jumlah itu 62 masih dalam perawatan, tiga pasien sembuh dan empat pasien meninggal dunia.

Corona Lewat Uang

Bank DKI mengimbau masyarakat meminimalkan risiko penyebarannya dengan mengurangi penggunaan uang tunai dalam bertransaksi, menyusul penetapan dari organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) terkait status COVID-19 sebagai pandemi global. 

"Imbauan ini sebagai upaya untuk mengurangi risiko masyarakat terekspose virus Corona," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Herry, ada baiknya transaksi dilakukan secara non tunai atau cashless, salah satunya menggunakan perbankan bergerak (mobile banking).

"Bagi masyarakat, khususnya nasabah Bank DKI, kami sarankan penggunaan produk Bank DKI yaitu JakOne Mobile sebagai solusi praktis untuk berbagai keperluan transaksi sebagai pengganti uang tunai," ucapnya.

Selain menyarankan menggunakan produk non tunai ia menyebut Bank DKI juga turut mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko terinfeksi COVID-19.

Bulan Ramadhan

Sementara itu, Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN), Afini Boer, menyampaikan puncak penyebaran virus corona (outbreak) akan berlangsung pada Mei, bertepatan dengan Ramadan 1441 Hijriah.

Afini menjelaskan skema yang ia buat telah menggunakan perhitungan matematis untuk menemukan hasil tersebut. Berdasarkan penelitiannya bersama berbagai pihak, outbreak akan terjadi terhitung dari 60 hari sejak ditemukan virus corona di Indonesia.

"Kita sudah membuat skema menggunakan perhitungan matematis, di Indonesia outbreak akan terjadi dalam 60 hari, berarti bulan Mei," ujarnya di Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (13/3), dilansir CNNIndonesia.

Lebih lanjut, Afini menyatakan Indonesia akan mampu menekan penyebaran virus corona jika pemerintah melakukan upaya maksimal dalam pencegahan dan penanggulangan.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan pemerintah selama ini, termasuk penunjukan juru bicara untuk virus corona.

#Corona   #dki   #jakarta   #gubernur   #anies