Komitmen Berantas Narkoba; Kejagung  Dorong BNN Tes Urine Jaksa dan TU

zamzam
 Komitmen Berantas Narkoba; Kejagung  Dorong BNN Tes Urine Jaksa dan TU

Jakarta, HanTer - Sebagai komitmen untuk memberantas peredaran narkoba, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) mendorong dilakukanya tes urine jaksa yang bertugas di bidang pidana umum (pidum) Kejaksaan Agung, baik jaksa maupun pegawai tata usaha (TU). 

Pada Senin (9/3/2020) sejumlah jaksa dan pegawai tata usaha pada satuan kerja (Satker) Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Satker Bidang Pembinaan Kejagung, mengikuti tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

JAM Pidum Kejagung, Sunarta menegaskan tes urine  diikuti seluruh jajaran pada satker JAM Pidum Kejagung setelah mendapat perintah dari Jaksa Agung Burhanuddin dalam rangka mendukung program BNN.

Sunarta mengapresiasi ketika petugas BNN melakukan pemeriksaan tes narkoba atau tes urine kepada para jajarannya. 

"Hasilnya masih menunggu dari BNN," tandasnya.


Dilakukan Mendadak

Sementara itu Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejagung, Bambang Sugeng Rukmono, mengatakan, tes urine dilakukan secara mendadak untuk memastikan jajaran Pidum dan Pembinaan tidak melakukan perbuatan tercela atau menyalahgunakan narkoba.

"Ini juga merupakan kontrol kami sebagai pimpinan kepada para pegawai dan jaksa bahwa mereka dalam kondisi sehat," kata Bambang seraya menyebutkan tes urine dilakukan secara acak.

“Agar tidak terbaca polanya siapa-siapa yang akan dilakukan tes urine,” kata mantan Kajati Sumatera Utara ini yang juga didampingi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.

Dia menyebutkan pegawai dan jaksa yang menjalani tes urine 397 orang. Terdiri dari 241 orang dari bidang Pidum dan 156 orang dari bidang Pembinaan pada Biro Kepegawaian dan Biro Umum. 

 

Optimis Raih WBK dan WBBM


Sementara itu Satuan Kerja (Satker) Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) tahun 2020 ini bertekad meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Untuk mewujudkan tekad tersebut, Senin (9/3/2020), satuan kerja Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung ini menggelar upacara penandatanganan tekad mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM yang dipimpin langsung Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Dr Sunarta SH MH. 

“Kita optimis karena seluruh stake holder di bidang Pidum Kejagung sudah komitmen dan bertekad meraih WBK dan ini jadi modal awal bersama," ujar Sunarta. 

Penandatanganan yang diikuti seluruh jajaran Pidum Kejagung tersebut, kata Sunarta, sebagai bagian dari kesungguhan jajaran bidang Pidum dalam mengukuhkan diri sebagai lembaga yang punya komitmen untuk mencegah terjadinya KKN.

“Disertai upaya dan tekad untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi serta reformasi birokrasi yang akuntabel,” ujarnya.

Disebutkan Sunarta, untuk mewujudkan meraih predikat WBK maka langkah yang dilakukan pihaknya adalah dengan melakukan enam area perubahan.

Keenam perubahan tersebut meliputi manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Apel yang dipimpin JAM Pidum dihadiri juga  Sekretaris JAM Pidum Sugeng Pujianto serta para pejabat eselon II, III dan IV serta seluruh para jaksa dan pegawai di lingkungan bidang Pidum Kejagung.