Polisi Tangkap Mafia Perbankan, Satu Orang Tewas Ditembak: BCA Rugi Hingga Rp22 Miliar

Danial
Polisi Tangkap Mafia Perbankan, Satu Orang Tewas Ditembak: BCA Rugi Hingga Rp22 Miliar

Jakarta, HanTer - Tim buru sergap (Buser) Subdit IV Jatanras Polda Metro Jaya berhasil meringkus 12 orang dari 3 komplotan pelaku spesialis pembobolan rekening bank atau mafia perbankan, yang beraksi di beberapa wilayah.

Semua pelaku dibekuk dari kediaman dan asal mereka yakni di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, awal Maret 2020 ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengungkapkan, total kerugian Bank BCA yang dilakukan oleh 3 kelompok mafia perbankan itu mencapai Rp22 Miliar.

"Ada 12 pelaku yang diamankan satu pelaku yaitu Yopi (24) terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas. Karena melawan petugas dengan senjata api jenis revolver. Mereka menggunakan virtual account serta membobol kartu kredit nasabah BCA. Total kerugian pihak BCA mencapai Rp 22 Miliar. Mereka ini adalah mafia perbankan," ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/2/2020)

Dijelaskannya, sempat terjadi baku tembak antara pelaku dengan Buser hingga akhirnya Yopi tewas tertembak bersimbah darah.

Dari 12 pelaku, lanjut Nana, terbagi dalam 3 kelompok yang berasal dari Kecamatan Tulung Selapan, Sumatera Selatan.

"Pengakuannya mereka sudah beraksi sejak 2015 lalu. Kelompok pertama katanya terdiri dari tiga tersangka yakni Frandika (29), Geri (23) dan Helyem (33)," ujarnya.

Para pelaku memanfaatkan sistem BCA yang sedang maintenance atau upgrade, dengan cara melakukan transaksi top up ke virtual account menggunakan M-Banking. Saldo tersangka tidak berkurang. Sehingga tersangka melakukan top up berkali-kali dengan virtual account yang disiapkan pelaku.

Lanjut Nana, kelompok kedua terdiri dari 8 tersangka dimana satu tersangka yakni Yopi tewas ditembak karena melawan petugas dengan senjata apinya.

Sementara 7 pelaku lainnya adalah Altarik (26), Remondo (25), Eldin Agus (23), Sultoni (22), Helmi (57), Suhendra (26) dan Deah Anggraini (22).

Selanjutnya transaksi belanja online, para pelaku menggunakan kartu kredit korban, sehingga mereka mendapatkan OTP dengan cara mengaku sebagai petugas bank dan berdalih untuk membatalkan pembelian online yang tidak dilakukan para korban.

Dari hasil pemeriksaan, ketika OTP diberikan ke pelaku, maka pelaku dapat leluasa membobol kartu kredit korban. Sebab pelaku dapat masuk ke kartu kredit korban dengan OTP yang merupakan password rahasia.

"Kelompok ketiga adalah satu orang tersangka yang merupakan hasil pengembangan kasus pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang. Dimana 8 pelaku yakni kelompok Desar telah berhasil dibekuk sebelumnya. Jadi satu orang yang DPO di kelompok Desar ini berhasil kita bekuk," ulas Irjen Nana.

Tersangka Pegik (27) berperan membantu tersangka Desar mendapatkan data korban Ilham Bintang. Jadi bisa membuat SIM Card baru dengan data Ilham Bintang.

Para pelaku kata Nana akan dijerat dengan sejumlah pasal berlapis. Yakni Pasal 362 KUHP tentang pencurian, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana, UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), UU Perbankan, dan UU ITE dengan ncaman hukuman hingga 20 tahun.

#Mafia   #perbankan   #bca   #polisi