Bela Risma Soal Timbun Masker, Mahfud: Tujuan Cari Untung dan Menolong Berbeda

Anu
Bela Risma Soal Timbun Masker, Mahfud: Tujuan Cari Untung dan Menolong Berbeda
Menko Polhukam Mahfud MD

Jakarta, HanTer - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan perbedaan tindakan menimbun masker dengan tujuan mencari keuntungan secara pribadi dan dengan maksud untuk menolong.

"Kalau orang menimbun masker dengan niat mencari keuntungan pribadi, menimbun masker kemudian dijual dengan harga mahal, ya, tentu itu akan ditindak," kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, tindakan tersebut akan membuat suasana menjadi kacau dan bisa ditindak oleh pihak kepolisian dengan berbagai pasal yang memberatkan.

"Itu akan mengacaukan. Bisa dicari pasal-pasal pelanggarannya, bisa melanggar hukum ekonomi, bisa macam-macam," katanya dikutip Antara.

Akan tetapi, kata dia, jika menimbun masker untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, tentu menjadi persoalan yang berbeda.

Ia menjelaskan dalam teori hukum pidana ada dua unsur penting, yakni pertama perbuatannya dan kedua adalah mens rea, yakni batin pelaku ketika melakukan tindak pidana, atau niatan.

"Perbuatan sama-sama menimbun masker. Itu perbuatan. Sama-sama sebuah fakta. Akan tetapi, kemudian mens rea-nya berbeda. Satu ingin menolong, yang satu ingin mencari keuntungan," kata Mahfud.

Kalau niatannya ingin mencari keuntungan, kata dia, merugikan orang karena terpaksa membeli berapa pun harganya akibat mengalami kepanikan.

"Berapa pun, orang harus beli karena dalam keadaan panik. Itu yang ditindak oleh polisi. Saya kira polisi sudah proporsional melakukan itu," katanya.

Timbun Masker

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kota Surabaya.

Salah satu yang dilakukannya adalah menimbun stok masker.

Risma mengatakan, sejak Januari 2020 lalu, ia telah memerintahkan jajarannya untuk mencari persediaan masker, jauh sebelum adanya dua WNI yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

"Sebetulnya saya sudah nimbun masker. Sejak Januari lalu, saya sudah nimbun," kata Risma, di Tropical Disease Center, Unair, Surabaya, Selasa (3/3/2020).

Penimbunan masker di Surabaya, sengaja dilakukan Risma setelah mengetahui virus corona mewabah di Kota Wuhan, China.