MUI: Jangan Coba Rusak Agama dengan Berkedok Pancasila 

Safari
MUI: Jangan Coba Rusak Agama dengan Berkedok Pancasila 

Jakarta, HanTer - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anton Tabah Digdoyo mengingatkan kepada para pejabat negara untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai kebijakan yang diambil bertentangan dengan Pancasila dan merusak agama.

“Para pejabat jangan coba merusak agama dengan berkedok Pancasila. Siapapun yang menista agama pasti hancur,” papanya kepada Harian Terbit, Selasa (25/2/2020).

Sementara itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menegaskan, pernyataan MUI terkait 'Jangan Coba Rusak Agama dengan Berkedok Pancasila' wajib didukung.  Karena yang disampaikan MUI sudah sesuai dengan kesepakatan ulama bahwa tidak ada yang bertentangan antara ayat ayat suci dan juga ayat ayat konstitusi atau Pancasila.

Novel menilai, ada pihak - pihak yang menyatakan agama adalah musuh besar Pancasila maka mereka telah menganggap Pancasila adalah ayat ayat konstitusi sejati sehingga harus berdiri sendiri. Padahal lahirnya Pancasila adalah dari ayat - ayat suci Al Qur'an yang telah diringkas menjadi Pancasila. 

Perumus Pancasila adalah para ulama - ulama dizaman kemerdekaan. Indonesia merdeka juga karena ayat ayat suci. Sedangkan ayat ayat konstitusi yang masih jauh dari perumusan oleh siapapun. Oleh karena itu adanya pihak - pihak yang sengaja membenturkan Pancasila dengan agama maka sangat diduga kuat itu adalah komunis gaya lama yang ingin dibangkitkan lagi karena Pancasila dalam era orde lama disandingkan dengan komunis yaitu nasakom.

Di atas UU, bukan di bawah UU. Pernyataan Anton Tabah ini menjurus pada upaya-upaya mempertentangkan agama dengan Pancasila. Mulai dari pembolehan seks bebas, penghapusan kurikulum agama, hingga dugaan upaya mengubah salam agama Islam menjadi salam Pancasila. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan ruh Pancasila dan UUD 1945.

#MUI   #pancasila   #agama