Kontroversi Kediri Wingit, Ustadz M Aziz Hidayatullah Siap Dampingi Jokowi Hadir ke Kediri

Safari
Kontroversi Kediri Wingit, Ustadz M Aziz Hidayatullah Siap Dampingi Jokowi Hadir ke Kediri
Ketua Presidium Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Romo Ustadz Aziz Hidayatullah (berbaju batik) bersama Wapres Maruf Amin

Jakarta, HanTer - Ketua Presidium Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Romo Ustadz Aziz Hidayatullah menegaskan, jika menyangkut wingit maka bukan hanya Kota Kediri, yang terletak di Jawa Timur saja yang wingit. Karena pada dasarnya setiap daerah juga wingit,  termasuk Indonesia juga wingit, wingit untuk virus corona, wabah virus yang mematikan sehingga virus corona juga tidak berani masuk ke Indonesia.

"Jangan terlalu memitoskan, wong   mitos atau cerita rakyat itu belum tentu benar, jadi tidak perlu diyakini. Contoh, dulu Gus Dur dan Bu Mega ada yang melarang datang ke Tegal karena setiap Presiden yang datang ke Tegal tidak lama kemudian lengser. Saya bantah,  yang bilang lengser karena tidak tahu sejarah. Buktinya Pak Suharto Presiden RI ke 2 pernah datang ke Desa saya di Tegal tahun 1971 baru lengser setelah 30 tahun. Pak SBY,  datang ke Tegal, menjabat 2 periode," ujar Romo Aziz Hidayatullah di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Ketua Presidium Relawan JUARA (Jokowi sUara hAti RAkyat) ini memaparkan, jika Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung melarang Presiden Jokowi datang ke Kediri karena Kediri Wingit,  maka ia siap mendampingi Presiden Jokowi hadir di Kediri. Romo Aziz Hidayatullah ini pun menjamin Presiden Jokowi akan selamat lahir bathin dan dapat menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2024.

"Saya siap mendampingi pak Jokowi hadir di Kediri. Saya jamin selamat lahir bathin dan dapat menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2024, bi idznillah," tegasnya.

“Mitos Raja Joyoboyo tidak berkenan kotanya didatangi oleh Presiden Indonesia, itu irasional. Apa dulu Joyoboyo pernah melarang tidak boleh ada Presiden datang ke Kediri?. Jaman Joyoboyo belum mengenal presiden kan?, Presiden Soekarno setelah dilantik jadi Presiden berkunjung ke Kediri, buktinya menjabat presiden sampai puluhan tahun,” sambungnya. 

Romo Aziz Hidayatullah memaparkan,bangsa Indonesia saat ini sedang bergerak cepat dan serentak menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, hendaknya jangan diganggu dengan mitos-mitos yang tak jelas. Romo Aziz Hidayatullah mengajak agar semua pihak mendukung visi misi Jokowi, dari mulai Revolusi Mental,  Trisakti,  Nawacita dan sekarang Visi Indonesia Maju. 

“Kediri adalah bagian dari wilayah Indonesia,  yang tentu rakyat Kediri juga ingin didatangi oleh Presidennya seperti daerah daerah lain. Jangan sampai ada paradigma negatif Presiden tidak berani Ke Kediri. Pejabat sebaiknya bangun motivasi bukan mengemukakan pendapat yang kontra produktif. Saya meyakini semua ada solusinya, seperti halnya penyakit,  Allah SWT menurunkan penyakit bersama dengan obatnya. Jadi mas Pramono dan pak Presiden tidak perlu kawatir”, pungkasnya. 

Seperti diberitakan Seskab Pramono Anung memberikan sambutan dalam acara peresmian rusunawa Ponpes (Pondok Pesantren) Hidayatul Mubtadien Lirboyo, Kediri. Dalam sambutannya, Pramono mengungkapkan ia termasuk orang yang melarang Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Kediri.

“Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri,” ungkap Pramono yang disambut tawa dari para undangan, Sabtu (15/2/2020).

Pernyataan Pramono tersebut bukannya tak berdasar. Hal itu berdasarkan cerita dan kejadian langsung. Pramono menyontohkan kejadian nyata yang dialami oleh Presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

“Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat, nanti, tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya,” tambah Pramono Anung.