#JokowiTakutKediri: Percaya Politik Klenik Menyesatkan Rakyat

Safari
#JokowiTakutKediri: Percaya Politik Klenik Menyesatkan Rakyat

Jakarta, HanTer - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengaku telah melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke kota Kediri, Jawa Timur. Ia percaya Kediri sebagai daerah angker untuk presiden. Dilarangnya Jokowi ke Kediri oleh Pramono menjadi trending topik di Twitter dengan hastag #JokowiTakutKediri.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni mengatakan, politik klenik harus Pramono harusnya memberi tauladan berpolitik yang rasional ke rakyat. 

“Pelarangan Presiden Jokowi ke Kediri karena takut lengser akan menyesatkan publik. Publik digiring untuk percaya klenik yang kebenarannya juga tidak bisa dipertanggung jawabkan,” katanya. 

Seskab Pramono Anung mestinya lebih bijak memberikan alasan ketidakhadiran Presiden Jokowi di Kediri. Seribu alasan bisa dibuat. Tapi jangan klenik. Itu namanya pembodohan publik.

'Itu (Presiden ke Kediri bakal lengser) cuma hoaks. Jubir Gus Dur Adhie Massardi sudah mengklarifikasi bahwa lengsernya Gus Dur bukan karena kunjungan ke Kediri, tetapi karena konflik dengan Wapres Megawati Soekarnoputri," ujar Sya'roni kepada Harian Terbit, Senin (17/2/2020).

Sementara apakah Kediri merupakan daerah mistis, sehingga harus dihindari Presiden, Sya'roni menilai, hal tersebut hanya persepsi dan mitos saja. 

Hanya Mitos

Sementara itu, paranormal Gus Cokro Santri mengatakan, ada fenomena mistis legendaris yang sudah terlanjur melekat di sebagian pemikiran masyarakat, apapila Presiden atau kepala negara menginjak bumi Kediri maka akan terserap energi panas dan akhirnya merontokkan menghanguskan citra kepemimpinannya yang bisa berakibat lengser kepemimpinannya terkudeta politik.

Hikayat ini adalah hikayat legenda yang berhubungan dengan nama terdahulu dari Kediri,dulu di kenal  Dhaha. Dhaha berasal dari kalimat Dhana Pura yang artinya Kota Api. Dalam Riwayat Babat Kadhiri, memang pernah ada peristiwa kutukan Kerajaan Kadhiri yang berbunyi, "jika pasukan Kadhiri menyerang musuh di daerah lawan terlebih dulu, maka akan selalu menang. Dan sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kadhiri lebih dahulu maka musuh yang akan berhasil memperoleh kemenangan" 

"Bisa jadi karena kutukan ini konon para Presiden RI selalu menghindar untuk memijakkan kaki dan singgah di kota Kediri. Ada yang menafsirkan tatkala seorang Presiden berani singgah di Kediri maka akan mudah diserang oleh musuh dan lawan politik secara mistik dan strategi politik," ujarnya.

Gus Cokro menuturkan, mitos lain serupa yang terkenal di masyarakat adalah adanya kutukan dari Kartikea Shingha (suami Ratu Shima) Raja Kalingga (pra Mataram Hindu abad ke Enam) tepatnya di  Keling Kepung Kediri. Bunyi kutukannya adalah: "Siapa Kepala Negara yang tidak Suci benar masuk Tlatah Kediri maka dia akan jatuh."

"Tapi mitos ini sangatlah bergantung pada kepercayaan, semua kembali pada Keyakinan Langkah Pribadi Pemimpin. Ini hanya Mitos, bisa benar bisa pula keliru," paparnya.

"Kalaupun Presiden kita sebelumnya Bapak Soekarno, Bapak BJ.Habibie, KH Abdurrahman Wahid mengalami lengser sebelum masa jabatan Paripurna, secara pandangan spiritual saya tegaskan tidak ada hubungannya dengan beliau-beliau memijakkan kaki di Kediri. Lengsernya mereka adalah karena kehendak Yang Maha Kuasa. Maka sudah saatnya mengubah mindset masyarakat Indonesia, bahwa mitos Kediri adalah Kota Terlarang Bagi Presiden adalah salah!," tandasnya.

Ironi dan Naif

Terkait Pramono Anung yang melarang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Kediri itu adalah sangat ironi dan naif. Sebagai politisi dan Sekretaris Kabinet harusnya dapat berpikir yang positif, tidak perlu takut yang menyebabkan pola pikir klenik yang lebih paranormal daripada paranormal. Pihaknya percaya Presiden Indonesia selama ini adalah tokoh-tokoh terbaik yang tangguh lahir batin secara spiritualitas. 

Bercanda

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rokhmin Dahuri mengatakan, pernyataan Seskab Pramono Anung yang mengatakan agar Presiden Jokowi tidak ke Kediri karena takut senasib dengan Gus Dur dinilai hanya bercanda. 

Presiden Jokowi pun diyakini tidak percaya dengan mitos lengser setelah berkunjung ke Kediri itu. “Enggak lah itu joke aja itu. Becanda. Di zaman modern begini Pak Jokowi enggak percaya begitu-begituan,” ujar Rokhmin Dahuri usai acara di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (16/2/2020).