Tokoh Papua Sebut Tak Penting Benny Wenda Bagi Warga Papua

Danial
Tokoh Papua Sebut Tak Penting Benny Wenda Bagi Warga Papua
Stadion Papua Bangkit

Jakarta, HanTer - Masyarakat Papua dan Papua Barat kini kembali mempertanyakan eksistensi Benny Wenda di Indonesia maupun di dunia luar, walaupun akhir-akhir ini muncul opini dan agenda-agenda propaganda politik di luar negeri, termasuk di negara-negara Ras Melanesia, namun tak begitu penting bagi warga masyarakat Papua dan Papua Barat, Minggu 16 Februari 2020.

Demikian disampaikan, Wilson salah satu tokoh Papua yang tinggal di Manokwari - Papua Barat mengkritik balik kepentingan Benny Wenda di tanah Papua.

Menurut Wilson, Benny Wenda bukan lagi bagian dari masyarakat Papua atau bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bagi kami masyarakat Papua dan Papua Barat, dia bukan lagi warga negara Indonesia dan menjadi buronan. Kami hanya ingin keadilan dan kesejahteraan di tanah Papua," cetus Wilson pada saat santai di rumahnya.

"Benny Wenda bukan lagi siapa-siapa kami di Papua, karena dia sudah menjadi warga negara Inggris. Olehnya itu kami tidak peduli lagi apa langkah-langkahnya, tapi yang kami harapkan hari ini adalah kesejahteraan di negeri kami, bukan kata-kata Provokasi Benny," tutur Wilson.

Wilson juga menambahkan, bahwa dalam peringatan 1 Desember lalu, Benny selalu mengajak masyarakat Papua untuk mengenang 47 orang Papua dan 28 warga Indonesia serta 2 anggota TNI yang meninggal dunia, selama proses aksi perlawanan rakyat Papua, melawan politik diskriminasi rasisme Indonesia pada bangsa Papua, Agustus-November 2019, demikian kata Benny Wenda saat memberikan sambutan pada Oxford Green Fair 2019 seperti diberitakan Jubi.co.id—jaringan Suara.com, Senin 12 Desember 2019.

Menurut Wilson bahwa Benny Wenda ini adalah provokator kelas tinggi. "Tapi kami tidak terprovokasi lagi, karena apa yang selalu disampaikan Benny tersebut, juga tak sesuai persoalan aktual bangsa Papua, jadi lebih baik Benny Wenda menjadi warga negara yang baik, apakah warga negara Inggris atau Indonesia," ujar Wilson.

Lanjut Wilson, beberapa hari lalu juga Benny Wenda hadir dan berpidato dalam pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara Melanesia di Fiji. Dia menyatakan tanah airnya Papua tidak memiliki masa depan dengan Republik Indonesia. Pemerintah RI menilai ULMWP sebagai organisasi yang berada di balik kerusuhan di Papua tahun lalu.

"Ini opini yang tidak relevan dan provokasi, padahal Papua dan Papua Barat hari ini menjadi masa depan yang lebih baik, dimana Pembangunan Indonesia baik SDM (Sumber Daya Manusia) maupun  infrastruktur lebih ditingkatkan, ekonomi masyarakat terus digenjot untuk lebih baik. Jadi sampaikan ke Benny Wenda, datang juga lihat Papua yang punya masa depan, bukan menjadi Provokator dan peghasut di luar sana," papar Wilson