DPR Dukung AWR dan Kostratani Kementan

Safari
DPR Dukung AWR dan Kostratani Kementan
Suhardi Duka, Anggota Komisi IV DPR RI saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Sekretaris Jenderal Kementan, Rabu (12/2).

Jakarta, HanTer  - Sejumlah anggota Komisi IV DPR RI mendukung berbagai program jangka panjang Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi pertanian lima tahun ke depan. Terlebih, Kementan sudah memiliki sistem pemantau data Agriculture War Room (AWR) dan Kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Secara pribadi saya sangat mendukung program AWR dan Kostratani, tinggal bagaimana mengatur dan melakukan pengawasannya secara ketat dan benar" ujar Suhardi Duka, Anggota Komisi IV DPR RI saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Sekretaris Jenderal Kementan, Rabu (12/2).

Selain itu, kata Suhardi, AWR dan Kostratani dinilai bisa membangun sektor pertanian dari desa ke desa. Apalagi, keduanya sudah didukung dengan online sistem dan artificial intelligence.

"Meski begitu, perlu dilakukan pengerjaan yang ekstra serius dalam menjalankan program Kostratani dan AWR. Dengan demikian, kemajuan sektor pertanian bisa kita harapkan secara bertahap," katanya.

Suhardi menambahakan, pihaknya juga mendukung pemanfaatan asuransi untuk melindungi peningkatan produksi para peternak sapi. Program tersebut, kata Suhardi, dinilai mampu menyentuh semua pihak untuk sama-sama bicara ekspor dan nilai jual daging di pasar internasional.

"Tentu saya sangat support dengan program Kementan. Terutama soal asuransi sapi Inseminasi buatan (IB). Ke depan, kita tinggal menjaga bagaimana sistem claimnya. Perlu pengikatan yang benar dengan asuransi yang dikerjasamakan," katanya.

Sementara itu, Anggota lainnya dari Fraksi Partai Demoktat, Muslim mendukung implementasi Kostratani dalam mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Kostratani, harap Muslim, diharapkan bisa menarik minat anak muda dan mengembangkannya ke dunia agribisnis.

"Jika konsep tersebut bisa berjalan dengan benar maka bukan tidak mungkin Kostratani bisa menjadi sebuah prestasi bagi Kementan," katanya.

Sebagai informasi, petani milenial merupakan solusi untuk mengatasi regenerasi petani yang sudah tertinggal. Mereka diharapkan bisa menjadi tulang punggung dan penyegar bagi inovasi di sektor pertanian.

"Program ini sangat menarik karena sekarang banyak anak muda yang menganggur tanpa memiliki kemampuan. Sedangkan saat ini kita sedang di era demografis dimana anak muda sangat banyak sekali. Kalau program ini berjalan, kita bisa mencetak sekian juta pengusaha di sektor pertanian. Jadi harus dibuat objek percontohannya," tandasnya.

Sekedar diketahui, rapat dengar pendapat ini turut hadir oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan, Dirjen Hortikultura, Dirjen Perkebunan, Dirjen Tanaman Pangan, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan. (Safari)