Amien Tak Hadir di Kongres PAN, Pengamat: Kans Zulkifli Kian Besar

Ant
Amien Tak Hadir di Kongres PAN, Pengamat: Kans Zulkifli Kian Besar

Jakarta, HanTer - Pengamat politik Universitas Pelita Harapan Dr. Emrus Sihombing menilai ketidakhadiran Amien Rais dan calon yang didukungnya, Mulfachri Harahap, dalam pembukaan Kongres Partai Amanat Nasional justru membuat kans Zulkifli Hasan sebagai petahana kian besar.

"Pembukaan kongres itu 'kan satu acara yang tidak kalah penting dari agenda kongres sendiri, termasuk tahap pemilihan ketua umum," kata Emrus Sihombing saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin malam.

Pada pembukaan kongres, menurut dia, antusias peserta sedang tinggi-tingginya, ekspose pemberitaan juga luar biasa sehingga lebih bagus jika Amien Rais hadir untuk menambah semangat pendukungnya.

Dengan ketidakhadiran Amien Rais yang dikenal sebagai tokoh sentral di PAN, kata dia, sebenarnya justru tidak menguntungkan secara kans bagi calon yang didukungnya, dan memengaruhi sikap pemilih hak suara yang selama ini mendukung mereka.

"Ya, otomatis ini akan menguntungkan kandidat-kandidat calon ketua umum lain yang tidak didukung Amien Rais, terutama incumbent, Zulkifli Hasan," kata Direktur Eksekutif Emrus Corner itu.

Kongres V PAN resmi dibuka pada hari Senin ini dihadiri sejumlah tokoh senior PAN, antara lain Hatta Rajasa, Soetrisno Bachir, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Kongres PAN berlangsung mulai 10 hingga 12 Februari 2020 di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan agenda salah satunya pemilihan ketua umum periode mendatang.

Empat kandidat sudah mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum PAN periode 2020—2025, yakni Mulfachri Harahap, Asman Abnur, Drajad Wibowo, dan Zulkifli Hasan.

Emrus menjelaskan secara histori selama ini menunjukkan bahwa kandidat ketua umum yang didukung Amien Rais yang selalu memenangi kongres.

"Apakah dalam kongres ini juga begitu? Sangat tergantung dinamika politik di tubuh PAN selama kongres nanti, baik secara internal maupun eksternal," katanya menegaskan.

Sebenarnya, kata dia, Zulkifli Hasan sebagai petahana memiliki keuntungan, yakni secara internal pasti sudah punya pendukung militan dan secara eksternal juga diperhitungkan dengan jabatan yang pernah diembannya di pemerintahan.