Rey dan Pablo Nangis Kangen Anak

Derita Trio Ikan Asin Dari Balik Penjara yang Bikin Miris

Romi
Derita Trio Ikan Asin Dari Balik Penjara yang Bikin Miris
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua

Jakarta, HanTer - Setelah ditolak Fairuz A Rafiq, terkait upaya damai, sepertinya trio Ikan Asin kerap mengalami kesedihan dan penderitaan selama berada di tahanan. Itu pula dirasakan Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua yang kerap menangis jika mengingat anaknya.

Selain keduanya, ada juga Galih Ginanjar yang tak pernah dijenguk oleh sang istri, Barbie Kumalasari. Bahkan, yang paling miris disaat Galih berada di jeruji besi, Barbie malah pamer foto prewed bersama model tampan asal Austria.

Bukan itu saja, Barbie yang tak pernah datang di sidang Galih, malah secara mengejutkan hadir di sidang putusan Kriss Hatta untuk memberi dukungan.

Nah, kini disaat Galih membutuhkan suport berupa materi dan immateri, Barbie seolah menjauh. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, malah yang mengejutkan secara blak-blakan ia berniat berpisah dengan Galih.

Diakuinya, rencana untuk berpisah itu memang sudah ada. Namun, saat ini Kumalasari masih terus berpikir karena hubungannya dan Galih sudah dijalin cukup lama.

“Sejauh ini planning-planning sih ada cuma kembali lagi masih dalam tahap pemikiran karena kan biar gimana ya kita sudah empat tahun barengan, sudah cukup lama,” katanya, di TransTV Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Dikatakannya, penyebabnya karena ada perbedaan pendapat atau prinsip di antara dirinya dan Galih sudah ada sejak lama. Ia merasa ingin fokus untuk sendiri dulu.

“Memang kalau beda prinsip dari dulu juga selalu gitu. Nah, sekarang aku lagi dalam proses, aku mau berpikir dulu, fokus dengan diri aku sendiri,” katanya.

Merasa Tak Dihargai

Dijelaskan perempuan yang kerap tampil mentereng ini, dirinya merasa tidak dihargai oleh sang suami yakni Galih Ginanjar yang saat ini tengah mendekam di dalam penjara. Sontak, Kumalasari merasa telah tersinggung oleh perkataan Galih Ginanjar.

“Pokoknya kalau orang kena masalah hukum pasti banyak biaya dan capek juga dan teman-teman kuasa hukum Galih, partner aku juga sahabat pengacara aku juga jadi sebenarnya banyak hal. Ada omongan dia yang menurut aku membuat aku tersinggung,” terangnya.

Kumalasari juga menegaskan bahwa perasaan tidak dihargai itu datang bukan karena dirinya tidak dinafkahi. Kumalasari merasa bahwa untuk urusan nafkah dirinya bisa mencari uang sendiri. Dia merasa sudah berjuang habis-habisan untuk Galih. Namun sayang, sikap Galih menurut Kumalasari masih seperti anak kecil.

“Memang aku nyari duit sendiri. Bukan karena nafkah justru aku merasa gak dihargainya kayak masa kita berjuang habis-habisan buat dia masih kurang cukup atau apa. Jadi kayak anak kecil gitu lho. Sekarang kita sudah maksimal banget,” katanya.

Puncak dari perasaan Kumalasari itu akhirnya berujung kepada keinginan untuk menyudahi rumahtangganya. Hingga saat ini, Kumalasari mengaku masih memikirkan keputusan tersebut.

“Planning-planning sih ada cuma kembali lagu masih dalam tahap pemikiran karena kan biar gimana ya kita sudah empat tahun barengan, sudah cukup lama,” tambahnya.

Rey Menangis

Berbeda dengan Galih Ginanjar, justru Rey Utami kerap menangis di dalam penjara. Rey Utami mengutarakan kerinduan yang begitu besar pada sang buah hati. Maklum, sudah tujuh bulan tidak bertemu dan merasa rindu setengah mati.

"Sakit karena kangen sama anak, cuacanya juga lagi nggak bagus. Ya kangen sama anak bayangin aja udah tujuh bulan nggak ketemu," jelasnyanya.

Apalagi, ia sering mengeluh karena tak bisa menyusui anaknya karena ASI nya sduah mengering. "Udah nggak bisa nyusuin lagi, karena air susunya kan udah kering, soalnya kan anak nggak bisa dibawa sama kita di Rutan, nggak bisa tinggal bareng sama kita, memang harus pisah sama kita. Kalau bisa minta sih mau bawa anak aku aja ke Rutan, tidur bareng sama dia," tambahnya.