Indro: Jokowi Sulit Dijatuhkan

Alee
Indro: Jokowi Sulit Dijatuhkan
Indro Tjahyono

Jakarta, HanTer - Pengamat politik Indro Tjahyono mengatakan, pada periode kedua ini muncul situasi dan kondisi politik yang berbeda dari periode pertama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pertama, Jokowi berasumsi bahwa ia berani melakukan apa saja. Namun harus diingat bahwa pihak yang keras kepala tidak berarti takut dengan kebijakan Jokowi, karena setelah ini Jokowi tidak lagi memerintah. 

Kedua, kata Indro kepada Harian Terbit, Kamis (6/2/2020), pada periode kedua pemerintahan Jokowi ,elit di sekitarnya akan lebih gila-gilaan mengeksploitasi kekuasaan Jokowi. Khususnya bagi mereka yang pada periode pertama belum dapat apa-apa dan melihat lemahnya kepemimpinan Jokowi.

Hal ini, lanjut aktivis 77-78 ini, dapat menghasilkan kondisi yang tidak terkendali secara politik akibat persaingan para elit politik. Mungkin saja ini akan berlanjut dengan semakin sulit dikendalikannya kinerja ekonomi yang bisa berakhir dengan sesuatu yang dramatik.

“Bagi para pendukung Jokowi hal ini sudah bisa diramalkan. Dengan terputusnya hubungan Jokowi dengan basis pendukung utama yakni massa dan relawan yang kagum dengan figur dan visinya, posisi tawar politik Jokowi semakin lemah. Inilah yang dijadikan peluang bagi konspirasi elit untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan presiden,” paparnya.

Sebenarnya, papar Indro, ini sudah berlangsung sejak periode pertama pemerintahan Jokowi. Para pembantu Jokowi adalah para pemain yang mengincar sumberdaya negara (APBN dan Konsesi). Pada periode kedua, pemain-pemain ini terus bermanuver dan akan melanjutkan eksistensinya pada tahun 2024.

Celakanya permainan mereka sejak presiden-presiden sebelumnya tidak terendus karena kecanggihan mereka melakukan manuver. Dulu juga ada isu kudeta merangkak tapi diabaikan. Di tengah komunitas para pemain sekitar istana itu, Jokowi semakin sulit menjalankan perintah dan tekanan (coercive power) kepada bawahan.

Kasus Jiwasraya dan pembusukan BUMN sudah terjadi sejak dulu. Kasus-kasus ini tertutup oleh peran aktif BUMN saat membantu Jokowi membangun infrastruktur. Di lain pihak BUMN bidang energi berhasil dijadikan sapi perah para pemain dan membangkrutkan ekonomi negara.

Sulit Dijatuhkan

Namun kalau ditanyakan apakah ini berakibat pada jatuhnya kekuasaan Jokowi di tengah jalan tentu sangat jauh. Penjatuhan rezim secara konstitusional sangat sulit, dan secara sosial politik juga sulit. Kekuatan strategis, sentimen dukungan publik , dan para tokoh  berpengaruh masih berpihak pada Jokowi.

Apalagi masyarakat sangat khawatir jika proses pergeseran politik akan berlangsung khaos. Sedangkan masyarakat juga takut apabila jaringan radikalisme yang menggurita masuk dalam kekuasaan. Elit intelektual juga masih percaya bahwa Jokowi dan teknokrat pilihannya akan mampu mengatasi masalah.