Sudah Kembali Bertugas di Polri, WP KPK Siap Galang Dana untuk Rosa

Harian Terbit/Safari
Sudah Kembali Bertugas di Polri, WP KPK Siap Galang Dana untuk Rosa

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana galang dana untuk membantu Rossa Purbo Bekti, penyidik KPK yang saat ini statusnya tidak jelas. Pasalnya status Rossa masih menjadi polemik. Apalagi KPK menyatakan telah memberhentikan Rossa sebagai penyidik di KPK. Namun, Mabes Polri menyatakan tak menarik penyidiknya dari KPK

Polemik ini membuat status kepegawaian Rossa, penyidik KPK yang ikut dalam tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, menjadi tidak jelas antara dipekerjakan di KPK atau menjadi polisi aktif. Karena statusnya yang tak jelas ini, Rossa disebut-sebut tak mendapatkan gaji untuk Februari 2020. Wadah Pegawai KPK sampai berencana urun dana untuk membantu Rossa.

"Pegawai KPK siap urunan membantu untuk biaya sekolah anak, biaya berobat, transportasi dan biaya lainnya yang mendesak," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada Harian Terbit, Rabu (5/2/2020).

Yudi menilai penarikan Rossa ke Mabes Polri yang tiba-tiba terasa janggal. Selain itu Rossa juga tak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK atau diantarkan kembali ke Mabes Polri untuk dikembalikan. Oleh karena itu pengembalian Rossa ke Mabes Polri itu dilakukan secara sepihak karena Rosa tak pernah menerima surat pemberhentian sebagai penyidik KPK.

"Mas Rossa tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK ataupun diantarkan pihak KPK ke Mabes Polri untuk dikembalikan," jelasnya.

WP KPK, sambung Yudi, sudah menginformasikan langsung kepada Rossa soal surat pemberhentian itu. "Kami menyayangkan pengembalian sepihak dan tiba-tiba ini karena seharusnya Mas Rossa diberikan penghargaan atas prestasinya mengungkap kasus korupsi, seperti OTT KPU kemarin. Sehingga pengembalian ini seharusnya dibatalkan karena Mabes Polri pun tidak masalah Kompol Rossa tetap bekerja di KPK," ucapnya.

Lewat keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020), Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Rossa sudah tak lagi bekerja di komisi antikorupsi. Ia mengatakan Rossa sudah dikembalikan ke kepolisan. "Sesungguhnya pengembalian penyidik Polri yang berstatus pegawai negeri yang dipekerjakan adalah hal biasa," kata dia 

Menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan ini, Rossa dikembalikan pada 22 Januari 2020 sesuai keputusan pimpinan KPK. Surat keputusan pemberhentian, kata dia, ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KPK dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia. 

Rossa diberhentikan dari penyidik KPK bersama Komisaris Indra, penyidik komisi yang juga berasal dari kepolisian. Keduanya resmi diberhentikan sejak 1 Februari 2020 sesuai surat keputusan komisi. Keduanya, kata dia, telah dihadapkan ke Mabes Polri sejak 24 Januari 2020.

Bertugas Kembali

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Kompol Rosa yang sebelumnya ditugaskan di KPK telah kembali bertugas di Polri. "Berkaitan dengan Kompol Rosa memang sudah dipulangkan ke Kepolisian," kata Argo Yuwono di Jakarta, Rabu.

Pihaknya pun menganggap kembalinya Rosa ke Polri adalah hal yang lumrah. "Anggota polisi yang ditugaskan ke kementerian dan lembaga itu tak hanya di KPK saja tapi juga ada di tempat lain. Dan semua itu ada MoU yang dilakukan. Apabila lembaga lain mengembalikan, tak masalah. Itu hal biasa," katanya.

Padahal masa tugas Kompol Rosa di KPK diketahui masih berlangsung hingga 23 September 2020 mendatang.

Sebelum pengembalian Rosa, ada dua penyidik Polri di KPK yang juga dikembalikan ke Korps Bhayangkara. Namun Polri tidak merinci nama atau inisial dua penyidik tersebut.

Pengembalian tiga penyidik Polri dari KPK terjadi di tengah penyelidikan KPK terhadap kasus dugaan suap pergantian anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) dengan tersangka Harun Masiku dan tiga orang lainnya.

#KPK   #penyidik   #kompolrosa   #polri   #wpkpk