Minta Moeldoko Dicopot dari KSP, Pernyataan Aznil Tan Dinilai Memalukan, Provokatif dan Naif

Safari
Minta Moeldoko Dicopot dari KSP, Pernyataan Aznil Tan Dinilai Memalukan, Provokatif dan Naif

Jakarta, HanTer - Mulyadi, satu diantara relawan militan pendukung Jokowi menilai celotehan Aznil Tan yang menyerang dan mencerca Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, sangat memalukan, naif dan provokatif. Oleh karena itu serangan terhadap Moeldoko, sarat beraroma sakit hati, dendam, hoaks, serapah, ujaran kebencian, fitnah, hujatan dan hasutan

 

"Dia (Azril Tan) mau beralasan dan berkilah apapun, faktanya Azril Tan batal jadi Tenaga Ahli Utama KSP, sebab itu tidak perlu berceloteh dan menyerang Moeldoko, semua pernyataannya hoax mirip seperti pernah ada dalanm kampanye 2019,"  ujar Mulyadi menanggapi pernyataan Ketua Koordinator Poros Benhil Aznil Tan yang meminta Presiden Jokowi memecat Jenderal (Purn) Moeldoko dari posisi Kepala KSP di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

 

"Apapun ceritanya, Saya sebagai Relawan Pendukung Jokowi menilai pernyataan itu sangat naif dan memalukan sikap, ungkapan dan cara Aznil Tan yang mencerca bahkan menghasut Presiden Jokowi agar pencopotan KSP," sambungnya.

 

Mulyadi juga mengatakan, Aznil Tan adalah pendukung Jokowi, tapi karakternya  malah bikin gaduh, rupa -rupa Aznil bikin kegiatan, namun motifasinya supaya dilirik pada posisi tertentu,  

 

"Kami Relawan malah  bersyukur bahwa Aznil Tan akhirnya tertolak di staf KSP, Kalau saja dia jadi bertengger di lingkungan Istana, saya  yakin pasti akan rusak susu sebelanga," kilahnya.

 

"Keagungan Istana akan tercabik oleh karakter performa dan kinerja Aznil Tan yang minus, dia  tak sebanding dengan Johan Budi atau Ali Muchtar Ngabalin , mengaku sebagai aktivis 98, tapi karakternya berbeda  dengan Adian Napitupulu pemdukung Jokowi tanpa reserve. Karena dukungan kita bukan untuk Jokowi pribadi, tapi untuk kemajuan NKRI dan Rakyat Indonesia," sebut Mulyadi.

 

Dia berharap Aznil Tan intropeksi diri, tidak perlu menyalahkan orang lain jikalau kelompoknya tidak diterima istana.

 

"Masyarakat sangat tahu sumbangsih KSP Moeldoko, dan masyarakat juga sekarang bisa menilai siapa Aznil Tan, sebaiknya tenang dan bangga atas kinerja relawan dalam mendukung Jokowi, ini yang terpenting, jangan membuat gaduh, kami relawan malah muak melihat cara-cara Aznil Tan," pungkasnya.