Kawal Proyek SUTT Rp667,4 Miliar; Kejati NTT Terima Penghargaan PLN

zamzam
 Kawal Proyek SUTT Rp667,4 Miliar; Kejati NTT Terima Penghargaan PLN

Jakarta, HanTer - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya meraih piagam penghargaan selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari  PT PLN (persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara.

Pengharagaan itu diberikan atas keberhasilan bisan Datun terkait kegiatan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di seluruh daratan pulau Flores di Provinsi NTT dengan anggaran Rp667,4 miliar.

 dibawah pimpinan Pathur Rahman selaku Kepala Kejaksaan Tinggi dalam menyelesaikan persoalan dalam proyek kelistrikan di wilayah provinsi tersebut, berbuah apresiasi alias penghargaan dari PT PLN (Persero)

“Penghargaan yang kami terima ini sebagai bentuk sinergi antara PLN bersama Kejati NTT dalam melaksanakan pendampingan bantuan hukum terkait pembangunan proyek-proyek kelistrikan di wilyah NTT,” ujar Kepala Kejati NTT Pathor Rahman yang dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Dia menegaskan selaku JPN pihaknya  telah melakukan pendampingan hukum dalam proyek kelistrikan, antara lain penyelesaian persoalan lahan dalam pembangunan tapak tower di Pulau Flores mulai dari Labuan Bajo-Bajawa-Ropa-Maumere yang saat ini sudah mencapai 90 persen.

“Proyek sudah berjalan dengan baik tanpa ada hal-hal mempengaruhi atau memperlambat terutama persoalan lahan,”ujarnya

Dia menekankan meski telah berhasil menyelesaikan persoalan yang sempat terjadi terkait persoalan lahan dalam pembangunan tapak tower di Pulau Flores mulai dari Labuan Bajo-Bajawa-Ropa-Maumere, Kejaksaan tetap akan selalu memberikan pendampingan terhadap PLN demi kemajuan NTT.

Dilain pihak, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko, mengapresiasi sinergi bersama pihak Kejati NTT untuk memperlancar pembangunan kelistrikan di daerah itu.

“Dengan kondisi di lapangan yang sama atau tidak tersandung persoalan hukum, maka tentu pembangunan kelistrikan bisa bergerak dengan lebih cepat,” kata Ignatius Rendroyoko

Ignatius Rendroyoko juga menambahkan, pihaknya akan mengerjakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai daerah untuk mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi di NTT.

Dia juga berharap dukungan dari berbagai elemen agar pembangunan bisa berjalan lancar sehingga masyarakat yang selama ini belum menikmati listrik bisa segera mendapatkannya.

“Upaya pembangunan ini tentu untuk kemajuan bersama karena kebutuhan listrik merupakan salah satu faktor kunci untuk mengembangkan ekonomi di daerah-daerah," ujarnya.

#PLN   #NTT