Gelar Sayembara Berhadiah, FUI Serukan Para Jawara Aktivis Ormas dan Laskar Tangkap Harun Masiku

Safari
Gelar Sayembara Berhadiah, FUI Serukan Para Jawara Aktivis Ormas dan Laskar Tangkap Harun Masiku

Jakarta, HanTer - Sudah 19 hari sejak Harun Masiku berstatus tersangka, namun aparat penegak hukum, baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun kepolisian, belum juga bisa menangkap tersangka perkara suap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ini.

Belum juga tertangkapnya Harun Masiku mendorong Forum Umat Islam (FUI) menggelar sayembara untuk menemukan dan menangkap Harun Masiku, calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP tersebut. 

FUI meminta seluruh ormas, para jawara dan laskar dapat membantu KPK dengan cara menemukan dan menangkap Harun. "FUI meminta dan mengajak seluruh ormas dan lembaga Islam wabil khusus jawara dan laskar, untuk membantu KPK. Saya garis bawahi membantu KPK dalam menemukan dan menangkap Harun Masiku secepatnya, sebelum pihak lain yang anti pemberantasan melakukan hal lain," tuturnya.

"Kami mengimbau Saudara Harun Masiku agar segera menyerahkan diri pada KPK, untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut di KPK dan Tipikor," ujar Sekertaris Jendral (Sekjen) FUI, Muhammad Al Khaththath saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Al Khaththath mengatakan pihaknya siap mendampingi Harun menyerahkan diri ke KPK. Hal ini disebut akan dilakukan bila Harun merasa takut untuk menyerahkan diri. 

"Insya Allah kami dari para aktivis Forum Umat Islam siap mendampingi Harun Masiku, dalam proses penyerahan diri ke KPK bila diperlukan. Apabila ada rasa takut atau apa, kita siap mendampingi," paparnya

Hadiah

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan akan memberikan hadiah berupa umrah bagi setiap orang yang dapat menemukan Harun. Namun, disebutkan hadiah ini diberikan bukan dari FUI melainkan bila ada donatur yang bersedia. 

"Dari FUI mudah-mudahan ada donatur kita yang mengumrahkan, untuk yang menemukan Harun. Mudah-mudahan, saya nggak bilang dari FUI, tapi dari donatur mudah-mudahan," ujarnya.

Al Khaththath menuturkan, pihaknya memberikan dukungan kepada KPK terkait kasus Harun. Dia juga berharap KPK dapat menyelesaikan penanganan kasus dugaan suap tersebut. 

"FUI memberikan dukungan moral sepenuhnya pada KPK, yang sudah berhasil menangkap komisioner KPU Wahyu dan beberapa orang. Kami berharap KPK dapat menyelesaikan operasinya, sehingga segala yang terkiat dan terlibat bisa ditangkap dan diadili, jadi tidak boleh pilih bulu," tegasnya.

Tidak Lumpuh

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri membantah KPK terkesan lumpuh untuk menangkap dan memproses Harun Masiku. Ali menegaskan, hingga saat ini KPK terus berupaya mengejar Harun Masiku. Namun Ali enggan membeberkan strategi apa yang akan dilakukan KPK untuk menangkap dan memproses Harun Masiku.

"Mengenai strateginya apa tentu tidak bisa kami sampaikan yang pasti KPK terus melakukan pengejaran ke yang bersangkutan sampai saat ini," kata Ali Fikri.

Ali mengatakan upaya pencarian terhadap Harun Masiku juga berjalan seperti pengejaran ke tersangka kasus lain. Ali juga membantah jika dikesan KPK lumpuh karena Harun Masiku dari partai penguasa. 

Dia menegaskan, pencarian Harun Masiku tak ada kaitan politik. "Kasus yang tersangka WSE (Wahyu Setiawan) dkk adalah tindakan yang dilakukan oleh tersangka HAR (Harun Masiku) sebagai orang perorangan, tidak ada kaitan dengan status sosial maupun latar belakang politiknya, faktanya kerja-kerja KPK tetap berjalan seperti biasa" ujarnya.

Selain Harun Masiku, KPK menetapkan 3 tersangka lainnya dari 8 orang yang ditangkap di sejumlah tempat yang berbeda. Dua tersangka pemberi dugaan suap yaitu, Harun Masiku dan Saefulah. 

Keduanya dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  Sementara sebagai pihak penerima yakni, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina.

#KPK   #suap   #pdip   #kpu