Dugaan Adanya Praktik Kartel dan Monopoli Harga

Forum Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Suarakan Boikot PT AHM

Sammy
Forum Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Suarakan Boikot PT AHM
PT AHM (ist)

Jakarta, HanTer - Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Jakarta menggelar aksi di kantor PT Astra Honda Motor, Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (27/1/2020). Aksi tersebut dilakukan guna memprotes adanya dugaan praktik kartel dan monopoli harga yang dilakukan oleh PT AHM.

Koordinator Aksi, Andito Arioseto, mengungkapkan, kartel dan monopoli harga dalam usaha perdagangan kendaraan roda dua terus di lakukan oleh PT AHM. Menurutnya, hal tersebut tak boleh di biarkan karena masyarakat indonesia banyak yang dirugikan khususnya pemilik kendaraan roda 2 merek Astra Honda Motor.

"Perusahaan asing tersebut telah melakukan praktek kapitalisme dalam perdagangan di indonesia karena itu melanggar Hukum. Bayangkan PT AHM memproduksi kendaraan sebesar 5.800.000 unit/tahun (data 2016)," katanya.

"Kemudian Astra Honda Mengambil keuntungan 3 juta rupiah untuk 1 unit kendaraan yang di jual dengan harga kartel jadi keuntungan yang mereka dapatkan kurang lebih sebesar 1,7 Triliun Rupiah pertahun dari total penjualan kendaraan artinya sangat banyak masyarakat indonesia tertipu oleh mafia kartel yang ada di Astra Honda Motor," sambungnya.

Ia mengungkap, salah satu praktek kartel harga motor dan monopoli terjadi pada produk sepeda motor skuter matik 110-125 cc yang di lakukan oleh PT Astra Honda Motor. Praktik kartel itu, lanjut dia, mengakibatkan harga jual ke konsumen melambung tinggi dan Konsumen pun dirugikan.

"Padahal Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui putusan Nomor 163/Pdt.G/KPPU/2017/PN.Jkt.Utr. Tahun 2017 sudah memutuskan, PT AHM melanggar Pasal 5 ayat 1 Undang Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang penetapan harga," ujar Andito.

Ia melanjutkan, keputusan KPPU sudah diperkuat oleh Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi PT Astra Honda Motor (AHM) melalui putusan Nomor 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019 Tahun 2019.

"Artinya, Astra Honda Motor harus membayar denda ke Negara Rp22.5 Milyar. Namun sampai hari ini belum juga di lakukan pembayaran denda tersebut," tukasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menuntut beberapa hal, antara lain,;

1. AHM harus segera meminta maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya konsumen atas permainan kartel;

2. Turunkan harga motor yang di produksi oleh PT. AHM, dan bayar denda ke negara Rp. 22,5 miliar untuk sangsi kasus kartel motor AHM

3. kembalikan uang konsumen sekarang juga (cash back Rp 3 juta) untuk motor Honda yang dibeli tahun 2017-2019;

4. Meminta Polri untuk mengusut perkara secara pidana atas mafia kartel motor karena berdampak masif merugikan masyarakat secara finansial.

5. Menolak Peninjauan Kembali (PK) oleh PT. AHM atas putusan hukum MK dan MA

6. Menghimbau kepada masyarakat indonesia jangan lagi membeli kendaraan roda dua merek Astra Honda Motor dan Kami akan menyebarkan poster pelarangan membeli kendaraan AHM di seluruh lampu merah jakarta

7. Deportasi Presdir Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma, karena telah merugikan masyarakat Indonesia

8. Menolak adanya TNI yang berjaga di lokasi demonstrasi, karena sudah menyalahi semangat supremasi Sipil dan penghapusan Dwi Fungsi ABRI.

#Mahasiswa   #pemuda   #jakarta   #boikot   #ahm   #astra   #honda   #kartel   #monopoli   #dagang