Soal Deposito APBD Lampung Selatan, Dewinta: Tak Mungkin KPK Arahkan Disimpan

***
Soal Deposito APBD Lampung Selatan, Dewinta: Tak Mungkin KPK Arahkan Disimpan
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Kebijakan Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) yang menyimpan dana APBD sebesar Rp 250 miliar dalam bentuk deposito di Bank Pembangunan Daerah (BPD)  Lampung tahun Anggaran 2018-2019 menjadi polemik.

Hal ini menyusul klaim sepihak Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan Intji Indriati bahwa deposito APBD sesuai arahan dan saran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Dewinta Pringgodani meragukan klaim Kepala BPKAD soal penyimpanan APBD dalam bentuk deposito.

"Saya kira tidak mungkin KPK mengarahkan agar APBD disimpan dalam bentuk deposito, apalagi dengan bunga bank yang tinggi," kata Dewinta melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1/2020).

Dewinta yang juga Ketua Dewan Pengawas TV Kabel Indonesia ini mengaku sependapat dengan Ketua Tim Kordinator Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Wilayah III Febri Diansyah.

Diketahui, Febri menegaskan bahwa pencegahan korupsi itu bukan dengan memberikan arahan untuk penempatan dana, tetapi menggunakan dana APBD dengan proyek yang tepat.

Karenanya Dewinta berharap agar Pemkab Lampung Selatan tidak menyimpan APBD dalam bentuk deposito. Sebab APBD merupakan uang rakyat yang harus dipergunakan untuk pembangunan,  sehingga manfaatnya bisa dirasakan dengan baik.

"Dana APBD harus dikembalikan dalam bentuk rekening kembali, karena namanya dana APBD kan  memang harus digunakan untuk pekerjaan proyek, gaji pegawai bukan malah menjadi deposito," ujar Dewinta.

Sebelumnya, pada 25 November 2019, Kepala BPKAD Lampung Selatan Intji Indriati mengungkapkan, dana Pemkab Lampung Selatan di Bank Lampung sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp453.417.549.091,00.<br /><br />
Rinciannya, penempatan dalam bentuk giro sebesar Rp203.417.549.091,00. Kemudian penempatan deposito hanya di Bank Lampung sebesar Rp250 miliar terdiri dari deposito Rp70 miliar dengan bunga 8%, deposito Rp80 miliar dengan bunga 8%, dan deposito Rp100 miliar dengan bunga 8%.
 

#KPK   #Dewinta   #Arahkan