Peredaran Narkoba Marak, Pengamat: Masih Ada Oknum yang Bermain

sammy
Peredaran Narkoba Marak, Pengamat: Masih Ada Oknum yang Bermain

Jakarta, HanTer - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, perlunya meningkatkan pengawasan jalur masuk narkoba di wilayah perbatasan negara. Terlebih dikawasan jalur laut yang dinilai daerah rawan masuknya peredaran narkoba di Indonesia.

Terkait hal itu, pengamat hukum dari Universitas Bhayangkara, Slamet Pribadi, mengatakan, para penyelundup narkoba biasanya memilih lewat jalur laut atau tikus, bukan udara. Karena menurutnya, jalur penerbangan udara sangatlah formal dan memiliki penjagaan ketat.

"Sedangkan jalur tikus tak banyak diketahui orang awam," katanya di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia menambahkan, jalur tikus untuk penyelundupan ini sendiri banyak terdapat di seluruh perbatasan di Indonesia, tak hanya di Pulau Kalimantan. "Dalam kacamata pengalaman operasional dan ilmiah saya, hampir seluruh perbatasan. Termasuk di Papua, di Skow," ucapnya.

Selain itu, garis pantai Indonesia yang juga merupakan kedua terpanjang di dunia membuat penjagaan di perbatasan menjadi lebih sulit dilakukan. Adapun jumlah aparat yang terbatas, serta adanya oknum di kedua pihak, turut menjadi masalah utama.

"Jalur tikus atau pelabuhan tradisional ini adalah pilihan yang paling enak bagi mereka, karena sepi pengawasan aparatur yang jumlahnya terbatas," ungkap Slamet. 

Petugas Bermain

Ia juga menilai, penyelundupan narkoba masih marak terjadi karena adanya oknum di masyarakat dan pihak petugas yang bermain. Meski aparat sudah disiapkan di daerah perbatasan untuk menghalau penyelundupan narkoba, hal itu masih saja terulang.

"Mungkin lengah atau ada kesengajaan dari oknum petugas yang pura-pura tidak tahu," tutur Slamet.

Diketahui sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Heru Winarko, sempat mengungkapkan, salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (20/1/2020), yakni meningkatkan pengawasan jalur masuk narkoba di wilayah perbatasan negara. Pasalnya kata Heru, Tito juga merupakan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

"Ketemu Pak Mendagri, bagaimana di perbatasan ini bisa diperkuat. Perbatasan cukup banyak dan cukup luas, baik darat, laut maupun udara.  Ini yang perlu jadi fokus," ujar Heru.

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan, wilayah perbatasan laut merupakan daerah rawan masuknya peredaran narkoba di Indonesia.

Bahkan, kata Arman, 80 persen peredaran narkoba masuk melalui transportasi jalur laut. Karena itu, perlu ada peningkatakan pengawasan di perbatasan laut.

#Narkoba   #bnn