Jaksa Agung Akui Kerugian Negara  Kasus Jiwasraya Belum Nyata

zamzam
Jaksa Agung Akui Kerugian Negara  Kasus Jiwasraya Belum Nyata

Jakarta, HanTer - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui belum ada kerugian negara yang nyata dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Kerugian negara kasus itu baru sebatas pernyataan dari Badan Pemeriksaan Keuangan Negara (BPK).

"Saat ini sedang berjalan perhitungan kerugian negaranya," ujar Burhanuddin menjawab wartawan di Kejagung, Selasa (21/1/2020).

Jaksa Agung dikonfirmasi terkait ada tidaknya hasil audit BPK secara nyata bahwa kasus Jiwasraya telah merugikan negara. 

Hal ini merujuk kepada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2017 lalu bahwa aparat penegak hukum harus membuktikan kerugian negara sebelum penyelidikan perkara korupsi.

Sebelumnya tim penyidik Pidsus Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dan melakukan penahanan terhadap Benny Tjokrosaputra yang menjabat Direktur Utama PT Henson International tbk, Heru Hidayat sebagai Komisaris PT Trimegah, Harry Prasetyo, Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mantan Dirut Jiwasraya dan Syahmirwan, karyawan Jiwasraya.

Penetapan status tersangka sebelum adanya kerugian negara yang riil sesuai putusan MK, dinilai sejumlah kalangan Kejagung telah melabrak putusan hukum yang ada.

Jaksa Agung Burhanuddin menyatakan siap menghadapi perlawanan pihak tersangka. 

"Kita akan lawan (jika para tersangka mengajukan gugatan praperadilan-red)," ujarnya.


Pemeriksaan Berlanjut

Terpisah Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyatakan tim penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Pada Selasa (21/1/2020) tim penyidik Kejagung memeriksa 13 saksi.

Ketiga belas orang saksi yang dimintai keterangan Noni Widya, Yudith Deka Arshinta, Ghea Laras Prisma,  Lisa Anastasia dan Cyndi Violeta Ismedi kelimanya karyawan PT. Bumi Nusa Jaya Abadi yang berperan sebagai pengelola saham milik Benny Tjokrosaputro. 

Saksi selanjutnya Sugianto Budiono sebagai Dirut PT. Dhana Wibawa Artha, Jenifer Handayani, Susan Hidayat sebagai Dirut PT. Inti Agri Resources, Meitawati Edianingsih, SH. dan Soehartanto kelimanya merupakan pihak-pihak yang namanya dipakai untuk proses transaksi pinjam nama, sedangan selebihnya yaitu Sdr. Erda Dharmawan Santi, Djulia dan Leonard Lontoh, ketiganya merupakan pengelola apartement Shorthills.

"Dan sampai hari ini pemeriksaan saksi masih terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya," ujarnya.


Blokir Sejumlah Aset

Di lain pihak Kementerian Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) sudah mengeluarkan surat pemblokiran sejumlah asset tanah terkait dengan penyidikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Pemblokiran dilakukan atas permintaan tim penyidik Kejaksaan Agung,” ujar Himawan Arief, Sekjen BPN/ATR.