Lindungi Guru Honorer, BPJAMSOSTEK Sosialisasi Peningkatan Manfaat

Arbi
Lindungi Guru Honorer, BPJAMSOSTEK Sosialisasi Peningkatan Manfaat
Suasana sosialisasi program dan kenaikan manfaat BPJAMSOSTEK di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta, HanTer - BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menggelar sosialisasi program dan kenaikkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (8/1/2019).

Sedikitnya 1.600 guru honorer turut mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut. Hadir pula Kepala Bidang PTK Dinas Provinsi DKI Jakarta Didi Hartaya, dan Kepala Seksi Tenaga Kependidikan Bidang PTK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarwako.

PPS KepalaKantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Erizal Feri mengatakan, sosialisasi peningkatan manfaat program akan terus dilakukan. Apalagi, peningkatan manfaat ini sangat menguntungkan bagi pekerja dan pemberi kerja atau pengusaha.

“Kami selalu berupaya memberikan manfaat dan layanan yang lebih kepada peserta. Perusahaan yang menjadi peserta, finansial perusahaan dan tenaga kerja juga tidak akan terganggu, melainkan tenaga kerja akan terjamin kesejahteraannya,” jelas Feri.

Feri yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Wilayah Bidang Teknologi Informasi, turut memperkenalkan panggilan baru BPJS Ketenagakerjaan yakni BPJAMSOSTEK. Panggilan baru itu untuk membedakan dengan BPJS Kesehatan. “Mulai sekarang panggil kami BPJAMSOSTEK,” kata

Ia mengungkapkan panggilan itu sudah diatur dalam peraturan direksi. Karena itu lanjut dia,  mulai saat ini semua masyarakat termasuk media bisa memanggil BPJAMSOSTEK untuk BPJS Ketenagakerjaan. “BPJAMSOSTEK supaya masyarakat bisa melihat dan mengenal dengan cepat. Termasuk dalam kampanye promosi kami,” paparnya.

Manfaat Naik

Dalam sosialisasi itu, Account Representative BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Diah Ayu Kristiani, memaparkan empat program yang dijalankan BPJAMSOSTEK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Diah juga menginformasikan adanya peningkatakan manfaat pada program JKK dan JKM sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019  yang telah ditandatangani Presiden Jokowi pada Desember 2019 lalu. Kenaikan manfaat bagi peserta ini dilakukan tanpa menaikkan iuran.

“PP tersebut untuk santunan kematian  yang sebelumnya hanya Rp24 juta menjadi Rp42 juta,” ungkap Diah.

Petugas Pelaksana Sementara (PPS) Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Lidya Naomi Siahaan menambahkan, manfaat beasiswa juga meningkat bagi anak pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, dari sebelumnya satu anak menjadi dua anak. Beasiswa diberikan dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga tamat kuliah.

Perlindungan Guru

Ditempat yang sama, Kepala Bidang PTK Dinas Provinsi DKI Jakarta Didi Hartaya dalam sambutannya menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mengikutsertakan guru honorer sebagai peserta BPJAMSOSTEK agar mendapatkan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi seluruh pekerja khususnya tenaga pendidik honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Kita terus berupaya dan mendukung agar jaminan sosial dari BPJAMSOSTEK dapat melindungi guru-guru honorer dari dampak sosial yang bisa saja terjadi dan menimpa guru-guru honorer,” jelas Didi.

Dia menyebutkan apabila tidak jadi peserta, maka mengakibatkan adanya pengeluaran ekstra apabila terjadi risiko kerja. Apalagi saat ini biaya kesehatan cukup mahal.

“Melihat hal ini saya menegaskan semua guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta wajib dilindungi dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena guru itu adalah aset negara. Bila guru merasa nyaman dengan adanya perlindungan itu, maka produktivitas akan meningkat juga,” paparnya tegas.