Rebutan Rumah Dinas, Anak Buah Zulkifli Hasan Salahkan Bamsoet dan Puan

Danial
Rebutan Rumah Dinas, Anak Buah Zulkifli Hasan Salahkan Bamsoet dan Puan
Wakil Wasekjen DPP PAN, Irvan Herman

Jakarta, HanTer - Wakil Wasekjen DPP PAN, Irvan Herman angkat bicara soal rumah dinas dan ruang dinas Ketua MPR yang masih ditempati Zulkifli Hasan (Zulhas). Menurut Irvan, alasan Zulkifli tidak pindah dari rumah dinasnya karena Bambang Soesatyo dan Puan Maharani yang masih ingin menempati rumah dinas lamanya.

"Ketua DPR RI yang sekarang tak mau pindah dari Rumah Dinas Menko PMK. Begitu juga dengan Ketua MPR RI yang sekarang, mas Bamsoet yang tidak mau pindah dari Rumah Dinas Ketua DPR, secara otomatis pak Zulkifli Hasan juga tak mau pindah. Jika semua pindah juga akan membutuhkan proses yang cukup lama dan ada penambahan biaya renovasi," ungkap Irvan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/1/2020)

Diketahui, Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan masih menggunakan ruangan kerja dan rumah dinas (rumdin) Ketua MPR RI. Padahal posisi dia sebagai ketua lembaga tinggi negara periode 2014-2019 itu sudah berakhir. Saat ini pun posisi dia sebagai Wakil Ketua MPR RI. Sementara posisi Zulhas yang semula menjadi Ketua MPR digantikan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk periode 2019-2024.

Zulhas yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2014-2019 itu juga masih menempati rumah dinas Ketua MPR di Widya Chandra IV nomor 16, Jakarta Selatan. Sementara itu Bamsoet yang mestinya tinggal di rumah yang ditempati Zulhas terpaksa masih bernaung di rumah dinas milik Ketua DPR RI.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani terpaksa harus menempati rumah dinas milik Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Menko PMK adalah jabatan Puan pada periode 2014-2019.

Melanjutkan keterangannya, Irvan justru menuding kasus Rumah Dinas dan Ruang Kerja Ketua MPR sengaja diputarbalikkan untuk dijadikan framing negatif yang sekaan-akan menjadi hal yang benar. 

"Fitnah itu keji lho. Padahal itu upaya negatif dan destruktif untuk menghajar Pak Zul menjelang kongres. Membuat citra negatif kepada pak Zul. Tapi alhamdulillah, Pak Zul tetap diberi rasa kesabaran oleh Allah," ujarnya.

Dia bilang, Bambang Soesatyo (Bamsoet) pernah menyampaikan dan menjelaskan dengan nada bercanda, bahwa ruangan Ketua MPR yang lama itu (Pak Zul) desainnya jadul alias ketinggalan zaman. Karena itu Mas Bamsoet lebih memilih ruangan peninggalan Oesman Sapta Odang yang sudah direnovasi dengan desain yang lebih modern.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, meminta Zulkifli Hasan memberi teladan yang baik bagi masyarakat luas. Menurutnya, langkah Zulkifli Hasan yang masih menempati rumah dinas itu menunjukkan tidak adanya itikad baik. Padahal semestinya, sebagai pejabat publik, Zulhas memberikan contoh yang baik. 

"Tidak memiliki itikad yang baik untuk mengembalikan fasilitas. Dan juga tidak memberi contoh yang baik pada masyarakat," ujar Ujang, Kamis (9/1/2020).

Ujang yang juga pengamat politik ini menilai bahwa seharusnya, jika seorang menempati jabatan baru, maka semua fasilitas di jabatan lama harus dikembalikan kepada negara. Jika tidak, secara etika itu melanggar kepatutan.

"Saat ini kita memang sedang dipertontonkan dengan miskinnya keteladanan dari para elite. Elite berbuat seenaknya dan tak memberi suri tauladan yang baik pada rakyat," pungkasnya.