Istri Kedua Dalangi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Gara-gara Cemburu dan Diselingkuhi

Harian Terbit/Sammy
Istri Kedua Dalangi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Gara-gara Cemburu dan Diselingkuhi
Istri kedua Hakim PN Medan, Zuraida Hanum (41)

Gara-gara cemburu karena diselingkuhi, istri kedua Hakim PN Medan, Zuraida Hanum (41) mendalangi pembunuhan suaminya. Menurut dugaan polisi, Zuraida yang merancang pembunuhan dan merekrut dua orang eksekutor untuk membunuh suaminya.

"Istri korban merekrut kedua pelaku eksekutor untuk menghabisi nyawa korban," kata Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, Rabu (8/1).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga orang tersangka antara lain Zuraida Hanum dan  eksekutor yakni M Jefri Pratama (42) dan M Reza Fahlevi (29).

Seperti diketahui, Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin (55) sudah tak bernyawa di dalam mobilnya, di jurang, di Deliserdang, Sumut, Jumat (29/11/2019) pukul 13.30 WIB.

Saat ditemukan, jenazah Jamaluddin sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang. Pihak kepolisian menyatakan bahwa pembunuhan terhadap Jamaluddin dilakukan secara terencana. Sementara itu, ada berkisar 50 orang saksi yang diperiksa termasuk istri dari Jamaluddin.

Bermotif Cemburu

Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan Dra Irna Minauli MSi mengatakan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya biasanya disebabkan cemburu karena kehadiran perempuan lain.

"Akan tetapi umumnya perempuan tidak berani melakukan pembunuhan secara langsung, sehingga mereka sering menyuruh orang lain untuk membantunya," kata Minauli, di Medan, Rabu.

Ia menyebutkan, perasaan tidak aman ini sering membuat banyak istri kedua menjadi lebih pencemburu dan posesif. Mereka biasanya lebih sensitif terhadap perubahan perilaku suaminya ketika mulai terlibat affair dengan perempuan lain.

Menurutnya,  istri yang cemburu sering bertindak irasional yang bahkan tanpa disadarinya mempermalukan dirinya sendiri. Mereka cenderung bersikap impulsif, sehingga cenderung menuruti dorongan hatinya, terlebih ketika mereka dipanas-panasi oleh pihak lain.