Influencer Jokowi Jegal Anies: Ada Yang Ketakutan

Safari
Influencer Jokowi Jegal Anies: Ada Yang Ketakutan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membantu warga membersihkan lingkungan akibat banjir

Jakarta, HanTer - Pilpres 2024 masih lama. Namun strategi untuk menyerang dan menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masuk bursa Pilpres 2024. Upaya menjegal Anies disebut-sebut dan diduga dilakukan sejumlah influencer atau pegiat media sosial pendukung Presiden Joko Widodo.

Sejumlah pengamat mengecam tindakan influencer tersebut.Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, adanya buzzer atau influencer Jokowi yang takut dengan Anies sehingga mereka membuat berbagai cara untuk menjegal Gubernur DKI tersebut.

Itulah sebabnya, kata Aminudin, para buzzer itu menebarkan kekhawatiran dan ketakutan agar membenci Anies. Sehingga mereka mendapatkan sesuatu untuk kepentingan pribadi.

"Namanya juga orang nyari proyek ya harus membuat isu-isu yang mereka perkirakan laku dijual. Di antaranya menciptakan kesan bahwa Anies ancaman bagi masa depan kroni Jokowi dan kroni para taipan," paparnya kepada Harian Terbit, Kamis (9/1/2020).

Tidak Move On

Sementara itu, pengamat politik Rusmin Effendy mengatakan adanya influencer Jokowi yang menyerang Anies karena mereka tidak bisa move on. Oleh karena itu Rusmin mengimbau agar para buzzer, relawan dan simpatisan Jokowi untuk move on dan tidak perlu mencari-cari kesalahan Anies. Apalagi kinerja Anies lebih realistis dan sudah terbukti bila dibandingkan dengan Jokowi yang kerap beretorika dan politik buang badan jika ditanya setiap permasalahan. 

Rusmin mencontohkan di lingkaran Jokowi banyak kasus-kasus besar seperti Jiwasraya, komisioner KPU di OTT, korupsi infrastruktur, skandal Garuda dan sebagainya. Jika tidak diusut beragam masalah tersebut maka semakin membuktikan Jokowi gagal memberantas korupsi. Padahal pemberantasan korupsi pernah menjadi jargon dalam kampanye Jokowi.

"Saya menilai Anies merupakan sosok pemimpin masa depan yang bakal menjadi ikon perubahan. Jadi wajar saja kalau ada yang khawatir dalam persaingan nanti," ujar Rusmin kepada Harian Terbit, Kamis (9/1/2020).

Kebencian

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera meminta para pegiat media sosial pendukung Presiden Joko Widodo yang menyatakan sedang menyusun strategi untuk menjegal Anies Baswedan di pilpres 2024 tidak menggunakan dasar kebencian.

Ia mengajak pegiat media sosial pendukung Jokowi untuk berkompetisi secara sehat demi mencari sosok terbaik di Pilpres 2024 mendatang. "Semestinya semua tidak didasari kebencian atau prejudice. Tapi kita berkompetisi secara sehat, mencari yang terbaik," kata Mardani lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).

Dia mengatakan bahwa Pilpres 2024 masih lama berlangsung. PKS, lanjutnya, masih mendata seluruh nama potensial untuk diusung saat ini. "Buat PKS 2024 masih lama. Semua capres potensial sudah mulai di-list, karena PKS partai kader kebijakannya kader internal diprioritaskan," ucap Mardani.

Terpisah, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai bahwa langkah para pegiat media sosial pendukung Jokowi menyusun strategi untuk menjegal Anies masuk bursa Pilpres 2024 berangkat dari ketakutan melihat penggunaan politik identitas yang hampir memecah belah masyarakat beberapa waktu lalu.

Dia juga berpendapat bahwa langkah para pegiat media sosial pendukung Jokowi menyusun strategi untuk menjegal Anies masuk bursa Pilpres 2024 dilakukan karena ingin agar sosok presiden pengganti Jokowi di hari mendatang bukan orang yang menghalalkan segala cara.

"Mungkin mereka ngeri melihat efek penggunaan politik identitas yang hampir saja memecah belah bangsa ini dan mereka ingin agar presiden ke depan bukan orang yang menghalalkan segala cara dengan hoaks, SARA, dan fitnah untuk menang," kata Irma.

Seperti ramai diberitakan, antara lain CNNIndonesia.com, sejumlah pegiat media sosial pendukung Presiden Joko Widodo disebut menyusun strategi untuk menjegal Anies masuk bursa Pilpres 2024. Salah satu di antara mereka, Muannas Al Aidid khawatir kehadiran Anies di Pilpres 2024 akan memunculkan politik identitas.

Sebuah video pun viral di media sosial Twitter melalui akun @lawan077. Video itu diambil saat acara pertemuan relawan Jokowi. Di antaranya tampak aktivis perempuan Nong Darol Mahmada, Dosen UI Ade Armando, pegiat media sosial Denny Siregar, dan lainnya.

Mereka turut membahas survei LSI Denny JA, yang menyebut Anies termasuk sosok kuat untuk Pilpres 2024.

Pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini menyimpulkan kemungkinan Anies maju dalam Pilpres 2024. Kekhawatiran para pendukung Jokowi itu justru membuat pamor Anies memuncak. "Enggak ada juga esensinya," ujar Hendri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).