Predator Seks Terbesar di Inggris Perkosa 48 Pria, UI Kutuk Aksi Biadab Reynhard Sinaga

Safari
Predator Seks Terbesar di Inggris Perkosa 48 Pria, UI Kutuk Aksi Biadab Reynhard Sinaga

Depok, HanTer - Universitas Indonesia (UI) mengutuk kejahatan alumnusnya, Reynhard Sinaga (36), yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan pemerkosaan dan serangan seksual kepada 48 pria di Inggris.

"Mengutuk perbuatan yang bersangkutan sebagai perbuatan biadab dan bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan, sekaligus ikut prihatin atas peristiwa yang dialami para korban," kata Kepala Humas dan Keterbukaan dan Informasi Publik UI Dr. Rifelly Dewi Astuti di kampus UI Depok, Selasa (7/1/2020).

Universitas, menurut dia, seperti dilansir Antara, menghormati putusan pengadilan Manchester, Inggris, yang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Reynhard Sinaga (36) karena dinilai terbukti melakukan pemerkosaan dan serangan seksual kepada 48 pria dalam 159 kasus yang terjadi dalam rentang waktu sekitar dua setengah tahun.

Reynhard Sinaga datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007. Ia telah memperoleh dua gelar magister di Manchester dan tengah mengambil program doktor di Universitas Leeds saat ditangkap tahun 2017.

Pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Reynhard Sinaga dan mengharuskan dia menjalani hukuman selama 30 tahun sebelum bisa  mengajukan pengampunan.

Menurut BBC London, persidangan kasus Reynhard Sinaga berlangsung sejak 2018 sampai 2019. Namun Pengadilan Manchester baru mengizinkan pemberitaan mengenai perkara tersebut setelah hukuman dijatuhkan untuk sidang tahap tiga dan empat pada Senin (6/1).

Kedutaan besar Indonesia (KBRI) di London menghormati keputusan Pengadilan Inggris di Manchester terhadap Reynhard Sinaga.

Minister Counsellor KBRI London Thomas Ardian Siregar mengatakan sejak KBRI London terus mengikuti kasus tersebut dan memastikan Reynhard Sinaga mendapat perlindungan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Inggris.

"Perlu dipahami bahwa KBRI tidak bisa mengintervensi keputusan pengadilan," katanya.

Homoseksual

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Yophie Septiadi mengatakan, perilaku seks yang dianut Reynhard adalah homoseksual dengan kategori orangnya adalah gay. Gay terbagi lagi menjadi 2, ada yang GF (gay feminine) dan GM (gay maskulin). Yang GM cenderung agresif, dan yang GF cenderung "nunggu". GF dan GM memiliki kecenderungan aktif ke laki-laki yang disukainya. GF selain aktif juga berani "norok" (keluar uang abis-abisaan) untuk laki-laki yang disuka.

Tindakan atas perilaku seks RS (Reynhard Sinaga) adalah penyimpangan (deviant). Reynhard  pintar cari tempat-tempat dimana laki-laki dan para gay ngumpul, yaitu di bar. Makanya di luar negeri ada istilah "behind the closet" untuk mengungkapkan perilaku seks terselubung (para homoseksual) di ruang publik. Makanya korbannya pun tidak semua heteroseksual, ada juga yang gay," ujar Yophie kepada Harian Terbit, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, teknik membius atau membuat mabuk berat korbannya merupakan cara yang umum dipakai untuk para pemerkosa. Dalam hal ini Reynhard memperdaya korbannya dengan obat GHB. Sedangkan merekam adegan pemerkosaan, sambung Yophie, adalah suatu "cinderamata" dari pelaku untuk bermacam-macam tujuan.

"Tujuannya, bisa untuk kesenangan atau kepuasan bathin, kebanggaan untuk dipamerkan dengan teman yang dipercaya atau bisa untuk meningkatkan kembali hasrat seksnya atau untuk menstimuli tindak kejahatan selanjutnya serta bisa untuk masturbasi. Bisa juga merekam adegan pemerkosaan untuk membuat "sejarah" autobiografi dari tindak asusila kejahatannya," paparnya.

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Nasional (Unas) Dr Ismail Rumadan mengatakan, apapun tindakan Reynhard Sinaga terlepas salah atau benar, kesalahannya ringan maupun berat maka pemerintah harus melakukan upaya hukun atau pendampulingan terhadap warga negaranya yang melakukan tindak pidana atau pelanggaran hukum di luar negeri.

Perlindungan WNI yang melakukan pelanggaran hukum di luar negeri diatur dalam UU. Seperti UU No. 37 tahun 1999 tentang hubungan luar negeri. Selain itu secara teknis perlindungan WNI di luar negeri juga diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Sehingga WNI di luar negeri mendapatkan hak untuk mendapatkan perlindungan.