Penyanderaan Han Jung Kuk Disebut Jadi Bukti KPP PMA 5 Tidak Profesional

Sammy
Penyanderaan Han Jung Kuk Disebut Jadi Bukti KPP PMA 5 Tidak Profesional

Jakarta, HanTer - Han Jung Kuk tengah dirawat di RSUP Sanglah. Dirinya dinyatakan positif mengidap kanker thyroid dan depresi sejak tahun 2014. 

Han Jung Kuk secara tegas menyampaikan penyanderaan yang dijalaninya sejak 9 September 2019 menjadi bukti KPP PMA 5 bekerja tidak profesional.

"Tidak profesional, karena terkesan oknum petugas KPP PMA 5 belum mempelajari data-data PT OBPV dengan baik. Secara yuridis, jelas bukan saya dan istri saya yang harusnya menanggung pajak itu," tegas Han Jung Kuk, melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Dirinya dituduh sebagai penanggung pajak PT OBPV, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan berinisial PT OBPV di Kelurahan Benoa Bali. Yang dimana, telah ditinggalkannya sejak tahun 2008.

Han Jung Kuk kini ditahan di Rutan Bangli, Bali dengan surat perintah penyanderaan nomor: SPRINDERA-001/WPJ.07/KP.06/2019 tanggal 5 September 2019.

Total utang pajak yang dituduhkan padanya sebesar Rp44 miliar.

"KPP PMA 5 sudah salah kerja, sehingga berakibat salah tangkap terhadap saya," tegas Han Jun Kuk.

Ia mengaku sempat menggugat Dirjen Pajak di Pengadilan Pajak terkait dugaan salah tangkap dan posisi dirinya yang bukan sebagai penanggung pajak PT OBPV.

Namun, KPP PMA 5 meminta pihaknya untuk mencabut gugatan tersebut dengan alasan dirinya akan segera dibebaskan.

"Saya sudah ikuti kemauan mereka dengan mencabut gugatan, tapi saya tak juga dibebaskan. Saya punya semua buktinya," kata Han Jung Kuk.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan KPP PMA 5tidak berprikemanusiaan. Terlebih, sebagai warga negara asing yang telah sah sebagai WNI sepatutnya diperlakukan secara adil.

#Hanjungkuk   #sandera   #kpppma5   #wna   #rsudsanglah   #pajak   #PTOBPV