Ratusan Anggota Menwa Datangi Gedung Kedubes China Terkait Pernyataan Sikap

romi
Ratusan Anggota Menwa Datangi Gedung Kedubes China Terkait Pernyataan Sikap
Menwa di depan Kedubes China/ ist

Jakarta, HanTer - Ratusan kaum intektual yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia melakukan apel siaga kedaulatan NKRI, di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC), kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).

Terlihat di lokasi sekira pukul 11.50 WIB, para pemuda berseragam hijau tua berbaret ungu itu membuat barisan persis di depan kawat berduri yang dipasang di sepanjang halaman depan Gedung Kedubes China.

Sementara itu, puluhan aparat kepolisian pun telah berjaga-jaga di depan massa dari Menwa. Tidak ada pengamanan khusus dari petugas kepolisian yang berjaga, mereka hanya berbekal tongkat pentungan tanpa tameng.

Sedangkan arus lalu lintas di areal Kedubes China terpantau ramai lancar dan tidak mengakibatkan kemacetan akibat aksi demonstrasi.

Massa dari 'Militer Kampus' ini menggelar apel siaga kedaulatan NKRI guna merespons peristiwa klaim sepihak negari China atas kepemilikan perairan Natuna di Kepulauan Riau.

"Kita sebagai mahasiswa dan rakyat Indonesia yang terdidik dan terlatih dalam belanegara wajib untuk ikut serta dalam pembelaan negara demi utuh dan tegaknya NKRI yang kita cintai bersama," kata Kepala Staf Menwa Indonesia M. Arwani Deni.

Menurut Deni, dalam unjuk rasa yang melibatkan sekitar 500 personel Menwa Indonesia tersebut ada tiga tuntutan yang akan disampaikan saat menggelar di Kedubes Tiongkok.

Berikut pernyataan sikap Menwa Indonesia:

1. Menuntut pencabutan klaim Pemerintah Tiongkok terhadap wilayah Perairan Natuna Kepulauan Riau

2. Menuntut permohonan maaf Pemerintah Tiongkok kepada Pemerintah dan segenap rakyat Indonesia terhadap klaim sepihak atas Perairan Natuna

3. Apabila dalam waktu 2x24 jam Kedubes Tiongkok (Pemerintah Tiongkok) tidak meminta maaf dan mencabut klaim sepihaknya atas perairan Natuna. Maka, kami akan mengepung Kedubes Tiongkok di Jakarta dan mensweeping aset-aset Pemerintah Tiongkok maupun WNA Tiongkok yang ada di wilayah NKRI

Diketahui, Natuna tengah jadi perbincangan. Ini setelah kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna.

Pemerintah Tiongkok  mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia. Dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line.

Secara geografis, Natuna berada di garis terdepan yang langsung berhadap-hadapan dengan beberapa negara tetangga. Bahkan, lokasinya menjorok ke tengah Laut China Selatan yang membuat rentan disengketakan.

Letaknya diapit oleh wilayah Malaysia, yaitu Semenanjung Malaya di Barat, dan Sarawak di Pulau Bornoe.
 

#Menwa   #Datangi   #China