Gerak Indonesia: ICW Jangan Membuat Opini yang Menyesatkan

Sammy
Gerak Indonesia: ICW Jangan Membuat Opini yang Menyesatkan
Gedung KPK (ilustrasi/ist)

Jakarta, HanTer - Statement ICW yang menyatakan Firli Cs adalah pimpinan KPK paling buruk sepanjang sejarah sangat disayangkan. Bahkan ICW juga menilai bahwa, ini tahun kehancuran bagi KPK, yang benar-benar disponsori oleh Istana atau Presiden Jokowi dan anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 sangatlah tendensius.

"Inikan sangat lucu keterangan ICW tahu - tahu bisa menilai kinerja Pimpinan KPK Firli cs bagaikan malaikat yang paling benar. Sedangkan kita tahu para pimpinan KPK baru dilantik belum genap 1 (satu) bulan bagaimana bisa dinilai," ujar Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) Teddy, melalui keterangan singkatnya di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Ia sekaligus menanyakan dasar dan motif apa sehingga ICW membabi buta membuat opini yang tidak baik terhadap Pimpinan KPK Firli cs.

Menurutnya, mungkin peneliti ICW Kurnia Ramadhana tidak paham filosofi dan visi Undang-undang KPK hasil revisi. Sehingga tidak realistis dalam membandingkan UU yang lama dengan yang hasil revisi.

"Karena beliau bukan ahli hukum pidana yang ikut menyusun UU 19 tahun 2019 dan UU No 30 tahun 2002 tentang KPK berdasarkan kutipan Prof Romli Atmasasmita di media," terang dia.

Menurutnya, dengan ketidakpahaman itulah ICW selalu membuat narasi yang menyudutkan KPK dan membangun opini yang menyesatkan. Mereka, lanjut dia, beranggapan paling benar padahal selama ini prestasi dan bentuk wujud apa yang telah dilakukan oleh ICW dalam pemberantasan korupsi tidak ada soalnya hanya sebatas NGO jadi tidak perlu merasa hebat.

"Tidak baik rasanya bilamana ICW terlalu menggebu-gebu dan menyudutkan kinerja KPK yang sekarang ini sedang menanamkan semangat baru dalam melakukan pencegahan dan penindakan korupsi. Seharusnya ICW mendukung bahkan turut serta memberikan support terhadap lembaga KPK yang sekarang dipimpin oleh Pak Firli Bahuri ini," ungkapnya.

"Saya menyayangkan adanya sikap antipati pihak ICW terhadap kinerja yang sedang di bangun oleh Komisioner KPK yang baru dilantik. Jangan sampai terbangun opini bahwa pihak ICW telah kehilangan kekuasaan di institusi KPK ini sehingga selalu mengkritik tanpa solusi yang baik untuk keberlangsungan proses penegakan hukum diIndonesia," tambah Teddy.