Adhie: Gus Dur Minta Gus Romli Jaga Nahdliyin

Safari
Adhie: Gus Dur Minta Gus Romli Jaga Nahdliyin

Jakarta, HanTer - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang juga pernah menjadi Juru bicara Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi mengemukakan, kritik yang disampaikan ekonom senior Rizal Ramli tentu bisa dipahami dan dimengerti oleh mereka yang dekat dengan mantan Presiden Gus Dur.

“Jadi, apa yang disampaikan akun Netizen NU yang mempersoalkan kritik Rizal Ramli itu jelas bukan cerminan orang yang dekat dengan almarhum Gus Dur,” kata Adhie dalam akun Twitter pribadinya, pekan ini.

 Sebelumnya diberitakan kritik yang dilancarkan tokoh nasional DR Rizal Ramli bahwa akar rumput kaum Nahdliyin adalah plat hitam dan anti politik sempat menuai kritik. Salah satunya dari akun Netizen NU.

Akun ini meminta Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut memahami konteks sebelum berbicara dan tidak asal menuduh.

Namun sayang alih-alih mendapat pembelaan akun ini justru dibully warganet. 
 
"Yang hatinya dekat dengan Gus Dur seperti Cak Anam (mantan Ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam), dijamin senang dan paham kenapa Pak RR "nyodok" (PB)NU,” tegas Adhie Massardi.

Adhie  mengingatkan, Rizal Ramli merupakan orang non NU yang paling sering dimintai Gus Dur untuk menjaga para nahdliyin. "Terutama kalangan intelektualnya agar tetap istiqomah,” tekannya.

Mengenai plat hitam, sempat disinggung Rizal Ramli. Plat hitam sebuah analogi yang digunakan untuk menggambarkan akar rumput kaum nahdliyin.

Analogi plat hitam digunakan Rizal Ramli untuk mengomentari pernyataan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj yang tengah viral terkait relasi antara warga NU dan penguasa sebelum dan sesudah pemilihan presiden.

NU, kata Rizal menjadi tampak “kecil” karena ulah pemimpin-pemimpin formal di organisasi umat Muslim terbesar di dunia itu
 
Rizal yang oleh Gus Dur diberi nama Gus Romli itu mengatakan, pemimpin formal NU menjadikan NU sebagai kendaraan”dinas”, dan menggunakan plat merah. Plat merah adalah warna plat kendaraan untuk kendaraan dinas pemerintah.

Rizal Ramli lagi mengingatkan, akar rumput kaum Nahdliyin adalah plat hitam.  NU sejatinya bukan kendaraan milik pemerintah, melainkan organisasi masyarakat yang berjuang untuk keadilan dan kemakmuran.