Tabrak Kereta dan Kecelakaan Beruntun, 14 Orang Tewas Mengenaskan 

Alee
Tabrak Kereta dan Kecelakaan Beruntun, 14 Orang Tewas Mengenaskan 
Jenazah korban tewas kecelakaan minibus tertabrak kereta di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019) disemayamkan di rumah sakit terdekat. Antara

Satu unit mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi B 1778 FZI nekad menerobos perlintasan kereta api di Jalan Raya Bosih RT 01/25, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12) malam mengakibatkan tujuh orang tewas dihantam kereta Argo Parahyangan.
 
"Satu mobil berisi tujuh orang meninggal di tempat kejadian," kata Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi, Minggu.
 
Ketujuh korban tewas, yakni pengemudi bernama Bahrudin (51), Watinah (50), Santi (30), Didit (12), Yanto, Syarufudin (49), dan Yanda (32). Dari hasil identifikasi sementara mereka tercatat sebagai warga Jalan Arjuna III Nomor 34, RT 7/7, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
 
"Saat ini jasad korban yang berjumlah tujuh orang tersebut berada di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Bekasi," katanya.
 
Kejadian itu bermula saat mobil yang dikendarai Bahrudin hendak melintasi perlintasan tersebut. Warga sebenarnya telah mengingatkan agar tidak melintas karena ada kereta cepat Argo Parahyangan yang akan melintas. Namun korban tidak mengindahkan peringatan itu dan terus melintasi perlintasan.

Alarm sudah bunyi dan palang kereta posisi sudah ditutup namun terbuka sedikit. Di situ pengemudi memaksa melintas. "Mobil tersebut tertabrak oleh kereta api Argo Parahayangan dari arah timur atau Surabaya ke arah barat Jakarta," ungkapnya.
 
Beruntun

Tujuh orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer, tiga mobil dan satu motor di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi di Surabaya mengatakan kecelakaan bermula saat trailer nomor polisi S-9066-UU yang memuat alat berat berjalan dari arah selatan ke utara (Malang ke Surabaya) diduga mengalami rem blong.

"Karena rem blong itu sehingga sesampainya di jalan tersebut menabrak dari belakang kendaraan sepeda motor," ucap Barung.

Selanjutnya, trailer yang dikemudikan Slamet Zuhdi (48) asal Nganjuk menabrak dari belakang kendaraan Suzuki Karimun L-1119-FE yang sedang berhenti hendak berbelok ke arah timur.

"Kemudian kendaraan truk trailer berpindah lajur sehingga menabrak gapura desa dan alat berat terjatuh ke kiri dan menimpa mobil Ayla yang sedang berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang)," ujarnya dilansir Antara.

Akibat kejatuhan alat berat, mobil Ayla terguling dan tertabrak mobil Sygra berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang).

"Faktor kecelakaan karena pengendara trailer kurang berhati-hati sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," kata Barung.

Barung menyatakan tujuh orang yang meninggal dunia dan kini sudah dievakuasi ke RSUD Bangil, Pasuruan.