Advokat: Polisi Terlalu Dini Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Kopi di Medan

zamzam/relass
 Advokat: Polisi Terlalu Dini Tetapkan Tersangka Kasus  Dugaan Penipuan Jual Beli Kopi di Medan

Jakarta, HanTer -  Kuasa hukum Dr Benny Hermanto tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Muara Karta Simatupang SH.MM mengatakan Benny telah  kerja sama dalam usaha kopi sejak 2010-2016 dengan Suryo Pranoto (Pelapor), ternyata hak-hak yang harus diterima Benny tidak diberikan, Malah yang terjadi Benny dilaporkan ke Poltabes Medan  dengan tuduhan melakukan dugaan penggelapan dan pinipuan terkait jual beli kopi.

Penyidik polisi  dinilai terlalu terburu-buru menetapkan status  tersangka kepada kliennya.

"Soal dugaan penipuan dan penggelapan kurang lebih 400 juta yang disangkakan kepada Dr Benny, harusnya penyidik berkunjung ke gudang kopi milik Dr Benny supaya melihat sendiri apakah stok kopi masih ada atau tidak," kata Muara dalam keterangan tertulis diterima wartawan,  Jumat (20/12/2019).

Dia mengungkapkan  dalam perjanjian antara Dr Benny dan Suryo  menyebutkan bahwa barang (kopi) akan dibayar apabila terjual. Artinya hukum perdata sangat kuat dalam perjanjian tersebut. Tidak ada unsur penipuan dan penggelapan seperti yang disangkakan oleh penyidik.

"Mudah-mudahan Dewi Kedilan ada pada jalur yang jujur dan benar, karena kebenaran tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kegelapan," ujarnya.

 

Menurutnya kasus berawal ketika kliennya ingin menuntut haknya yaitu gaji, profit, deviden dengan melakukan somasi dimana klienya bekerja pada perusahan Suryo Pranoto (Pelapor) dari 2010 hingga 2016, namun berbalik ia dilaporkan dugaan penipuan dan penggelapan.

"Padahal Dr Benny Hermanto dan Suryo Pranoto berteman kurang lebih 30 tahun, namun akhirnya Dr Benny harus mendekam dalam penjara," kata Muara.

Menurut Muara, karena dalam perjanjian antara Dr Benny dan Suryo  menyebutkan bahwa barang (kopi) akan dibayar apabila terjual. Artinya hukum perdata sangat kuat dalam perjanjian tersebut. Tidak ada unsur penipuan dan penggelapan seperti yang disangkakan oleh penyidik.

Resah dengan Pemberitaan

Sementara itu  Ketua Komunitas Rejeki Berlimpah Ustad Anas Zulham Almansur mengaku  resah dengan pemberitaan salah satu media online edisi Sabtu 14 Desember 2019 yang mengaitkan kasus dugaan penipuan itu dengan mualaf  dengan judul "Dua Pengusaha ini sama-sama Bernama Hermanto, Tapi Keduannya Berbeda, Satu Putuskan Masuk Islam".

"Harusnya berdiri sendiri-sendiri pemberitaan tersebut walaupun namanya sama. Alangkah baiknya jangan dikait-kaitkan seolah-olah ada hubungan," kata Anas di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menurut dia, bagusnya soal kriminal berdiri sendiri dan mualaf sendiri juga.

"Kan lebih baik seperti itu, akan lebih elok soal etika jurnalistik" tegas Anas.

Anas mengharapkan agar awak media perlu memperhatikan hal itu dan juga menjaga agar tidak mengabungkan mualaf dan kriminal.

Adapun isi berita tersebut yakni Dr Benny Hermanto, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penipuan pembelian kopi, ditangkap personel Unit II Subdit III Jatanras Ditkrimum Polda Sumut di Jakarta pada Kamis (12/12/2019) malam.

Sedangkan Hermanto Wijaya menjadi Mualaf dihadiri Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Hingga Gubernur Sumsel

Hermanto Wijaya mengucapkan dua kalimat syahadat di  Masjid Raya Citra Grand City, Jumat (3/4/2019).

Prosesi pembacaan syahadat  dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Sumatera Selatan.

#Kasus   #Dugaan   #penipuan   #jual   #beli   #kopi