BPJAMSOSTEK Jakarta Cilincing Sosialisasikan Peningkatan Manfaat Tanpa Kenaikan Iuran

Arbi
BPJAMSOSTEK Jakarta Cilincing Sosialisasikan Peningkatan Manfaat Tanpa Kenaikan Iuran
Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Cilincing, Yudi Amrinal saat sosialisasi kepada perwakilan dari 100 perusahaan binaan, di Cabin Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Ist)

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Jakarta Cilincing menggelar Sosialisasi Peningkatan Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) serta Tertib Administrasi kepada 100 perusahaan binaan yang berlangsung di Cabin Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (19/12/2019), sosialisasi ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari diresmikannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan PP 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

PP 82 Tahun 2019 sebelumnya telah resmi ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 29 November 2019, melalui Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 231 dan mulai berlaku sejak 15 Desember 2019.

“Peningkatan manfaat ini merupakan kabar gembira bagi seluruh peserta BPJAMSOSTEK, mengingat manfaat yang tertuang dalam PP 82/2019 sangat signifikan dan peserta dipastikan tidak dibebani dengan kenaikan iuran,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Cilincing, Yudi Amrinal.

Pada kesempatan tersebut, Yudi juga menjelaskan tentang peningkatan manfaat yang tertuang dalam aturan tersebut. Diantaranya biaya transportasi bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja, di mana penggantian biaya transportasi darat yang semula maksimal Rp1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, transportasi laut dari Rp 1,5  juta menjadi Rp 2 juta, dan transportasi udara dari Rp2 juta menjadi Rp10 juta.

Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, semula hanya mendapatkan manfaat 75 persen dari upah yang dilaporkan untuk enam bulan kedua, kini menjadi 100 persen upah selama satu tahun.

“Selain itu bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja terdapat beberapa tambahan manfaat diantaranya biaya penunjang diagnostik, biaya alat bantu dengar, biaya kacamata, dan biaya homecare dengan maksimum manfaat hingga Rp20 juta.”

Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, terdapat beberapa peningkatan manfaat jaminan kematian diantaranya santunan kematian yang sebelumnya Rp 16,2 juta meningkat menjadi Rp 20 juta. Biaya pemakaman yang semula Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta, santunan berkala yang semula Rp 4,8 juta menjadi Rp 12 juta. Sehingga total santunan sebesar Rp42 juta.

Adapun, lanjut Yudi, bantuan beasiswa bagi ahli waris peserta yang mengalami kematian diantaranya apabila anak ahli waris masih sekolah TK/SD diberikan santunan Rp 1,5 juta per tahun maksimal selama 8 tahun. Sedangkan bagi ahli waris peserta yang masih bersekolah di tingkat SMP diberikan bantuan beasiswa Rp2 juta per tahun maksimal selama 3 tahun.

Selanjutnya,  ahli waris peserta yang bersekolah di tingkat SMA diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per tahun selama maksimal 3 tahun, dan bagi ahli waris peserta tengah menjalani kuliah diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp 12 juta per tahun selama maksimal 5 tahun.

Yudi berharap dengan adanya sosialisasi ini perusahaan dapat menyampaikan kepada tenaga kerjanya tentang peningkatan manfaat BPJAMSOSTEK. Perusahaan juga diharapkan agar terus tertib administrasi dan meningkatkan kepatuhan, sehingga tenaga kerja mendapat manfaat yang maksimal.