Sandiaga: BUMN Harus Terbebas Dari Kepentingan Parpol

Danial
Sandiaga: BUMN Harus Terbebas Dari Kepentingan Parpol

Jakarta, HanTer - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, BUMN harus bebas dari kepentingan partai politik tertentu.

"Posisi saya yang aktif di bidang politik dan sebagai kader partai politik tentunya BUMN itu harus bebas dari benturan kepentingan, harus bebas dari kepentingan yang mungkin bisa dianggap sebagai kepentingan partai-partai tertentu," kata Sandi.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menyatakan akan membantu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Namun, dia menyatakan bantuan itu tidak sebagai pimpinan perusahaan, baik direksi maupun komisaris.

"Saya sampaikan saya akan membantu beliau (Erick) dan kehormatan kita untuk bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara. Namun, bukan pada kapasitas pimpinan perusahaan, direksi atau komisaris," kata Sandi usai menghadiri Mukernas V PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Sabtu (14/12).

Dia menerangkan bahwa posisinya yang aktif sebagai kader partai politik saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk menduduki jabatan direksi atau komisaris BUMN. 

Tutup Pintu

Sebelumnya, Erick menyatakan telah menutup pintu bagi Sandiaga untuk menjadi bos BUMN. Hal itu dilakukan karena Sandiaga sudah memposisikan diri sebagai politikus.

"Tidak mungkin (jadi pejabat BUMN). Saya rasa Pak Sandi sudah memposisikan dirinya, beliau seorang politikus," ujar Erick di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick menuturkan Sandiaga harus mengundurkan diri dari Partai Gerindra jika masuk ke dalam BUMN. Dia melihat hal itu sulit dilakukan oleh Sandiaga karena sudah banyak melakukan kunjungan politik ke sejumlah daerah dan bergabung kembali ke Gerindra.