Gebrakan Cepat Erick Thohir Positif: Petinggi BUMN `Takut` Gunakan Harley, Sepeda Brompton dan Main Golf

sammy
Gebrakan Cepat Erick Thohir Positif: Petinggi BUMN `Takut` Gunakan Harley, Sepeda Brompton dan Main Golf

Jakarta, HanTer - Gebrakan cepat dan sikap tegas Menteri BUMN Erick Thohir dinilai positif untuk merubah gaya hidup wah dan mewah para petinggi BUMN. Pasca pencopotan direksi PT Garuda Indonesia yang menyalahgunakan wewenang membuat direksi dan komisaris  ‘ketakutan’, Bahkan, gara-gara gebrakan Erick, ikut mempengaruhi  dan menghentikan gaya hidup ‘wah’ selama ini. Ada direksi hentikan gunakan Harley, brompton dan bergolf ria.

Informasi yang diterima Harian Terbit dari sejumlah pejabat BUMN yang tidak suka bergaya hidup ‘wah’, gara-gara kasus penyelundupan Harley dan sepeda brompton yang berakhir dengan pemecatan Dirut Garuda Ari Askhara dan beberapa direksi lainnya, membuat pejabat BUMN berhenti pamer Harley, mengendarai sepeda mahal brompton dan bermain golf di tempat-tempat mahal.

“Tadinya sebelum gebrakan Pak Erick, mereka kerap bergaya hidup wah dengan koleksi Harley, brompton, dan bergolf ria di tempat mahal. Juga gaya hidup wah lainnya. Memang tidak semua petinggi bergaya hidu wah.  Sekarang setelah gebrakan Pak menteri semua stop,” ujar sumber yang tidak mau disebut jatidirinya tersebut.

Biasanya mereka buat acara sepeda ria, konvoi moge, bahkan ada konvoi mobil mercy. Bahkan ada juga oknum petinggi BUMN (direksi dan setingkat VP) yang buru-buru menjual atau menyimpan motor dan sepeda mahal itu.

Keinginan Menteri BUMN untuk merubah ahklak dan disiplin pegawai BUMN dinilai sumber tersebut sangat positif terutama bagi karyawan. Saat ini displin para karyawan termasuk petinggi BUMN mulai terlihat baik, datang ke kantor tepat waktu dan berpakaian dinas dengan rapih.

“Gebrakan Pak menteri sangat positif bagi karyawan agar lebih fokus untuk bekerja sehingga memajukan perusahaan. Sebaiknya Pak Erick konsisten untuk terus melakukan gebrakan dan bersih-bersih BUMN. Jangan Cuma unjuk kekuatan, karena sangat positif untuk perbaikan ahlak, disiplin dan hentikan gaya hidup hedonis selama ini di BUMN,” ujar sumber tersebut.

Kemewahan

Budaya gaya hidup mewah pejabat khususnya para petinggi kerap disoroti berbagai kalangan. Terlebih, perilaku hidup mewah tersebut nampak ditengah kondisi buruknya manajemen dan terkuaknya berbagai kasus yang melibatkan para pejabat tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai sangat disayangkan gaya hidup mewah di kalangan bos perusahaan BUMN, khususnya ketika bisnisnya merugi tetapi tetap berpenampilan mewah.

"Ini menjadi indikasi yang sangat kuat bagaimana gaya hidup para bos BUMN yang terkenal dengan kemewahan yang dimiliki. Tidak saja gaji yang fantastis, tetapi juga keseluruhan tunjangan dan fasilitas yang super wah," katanya di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Bahkan, lanjut dia, fasilitas tersebut tetap mereka nikmati, walaupun perusahaan yang dikendalikannya berjalan ditempat bahkan merugi terus menerus.

Ia melihat, salah satu pola gaya hidup para pejabat tersebut seperti menggunakan sepeda mahal brompton, motor gede (Moge) seharga miliaran, bahkan main golf di tempat-tempat mahal, seakan menjadi hal biasa. "Seakan tidak peduli akan masa depan perusahaan, yang penting dia tetap enjoy," terangnya.

Sikap seperti ini dipastikan sangat tidak disetujui oleh menteri BUMN Erick Thohir. Karena sejak awal, menurut Trubus, Erick sangat concern dengan semua orang yang ada dalam lingkup BUMN harus memiliki akhlak yang tinggi, integritas yang tinggi, dan komitmen yang kuat.

Selain itu menurutnya, tidak patut seorang pejabat hidup mewah dengan fasilitas yang dibeli dari uang rakyat.

"Itulah yang terjadi. Pejabat bermemah-mewahan. Sedangkan rakyatnya sekarat dan menderita," kata dia.

Ia mengatakan, seorang pejabat seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat justru tak layak untuk memamerkan gaya hidup mewah yang tidak sesuai etika.

Sebelumnya diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir meminta para bos perusahaan plat merah tak bergaya hidup mewah di saat perseroan yang dipimpinnya masih merugi.

Hal itu dikatakan Erick saat bertemu salah satu pimpinan perusahaan BUMN di sebuah restoran mewah di Thamrin beberapa waktu lalu.

"Pak Erick sempat keras ngomong di salah satu restoran di Thamrin bertemu dengan eksekutif BUMN, (saat itu) makan di tempat cukup mahal dan mewah ketika dilihat keuangan BUMN tersebut ternyata rugi," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Arya, mereka para pejabat perlu memiliki sikap prihatin di tengah kondisi perusahaan yang dipimpinnya yang masih karut-marut.

BUMN Rugi Direksi Tetap Hidup Mewah

Disisi lain, Komisi VI DPR mendukung usulan sejumlah pihak terkait larangan para direksi BUMN bergaya hidup mewah. Meskipun direksi BUMN mendapatkan gaji sangat besar, kebijakan ini diperlukan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang lesu. Komisi VI juga mendukung adanya perampingan direksi BUMN.

"Soal imbauan direksi BUMN untuk tidak hidup mewah, saya rasa bagus ya. Beberapa waktu lalu, Kapolri telah mengimbau kepada teman-teman kepolisian untuk tidak hidup bermewah-mewahan, saya rasa ini imbauan yang bagus juga ya," kata Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Andre melanjutkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa direksi BUMN itu menikmati gaji dan tantiem (keuntungan perusahaan yang diberikan ke karyawan) yang besar. Ada petinggi dan direksi BUMN menerima tantiem melampaui angka Rp10 miliar – Rp 20 miliar dalam setahun. Sehingga, mereka mampu untuk bergaya hidup mewah termasuk membeli motor besar sekalipun.

Terlebih, kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra ini, tidak banyak BUMN yang untung, karena hanya beberapa BUMN saja yang memberikan keuntungan pada negara. Sehingga tidak elok jika para direksi BUMN ini hidup bermewah-mewah, mengendarai moge bahkan supercar, serta makan di restoran mewah padahal BUMN-nya merugi.

"Saya rasa itu imbauan yang baik. Dan mudah-mudahan ini bisa di laksanakan pak Erick Thohir," harapnya.

Degradasi Moral

Adapun pasca pergantian pejabat Menteri BUMN, fakta terpendam selama ini membuktikan terjadi degradasi moralitas, integritas dan seakan berlomba gaya hidup hedonis dikalangan pejabat BUMN. Hal ini diperkuat pernyataan Arya Sinulingga diacara sebuah TV nasional, setiap RUPS BUMN terbiasa berlomba bagi-bagi souvenir mewah dan lobi jabatan.

"Bagaimanapun denyut kehidupan peradaban dalam BUMN sangat dipengaruhi kebijakan dan gaya hidup Menteri BUMN," ungkapnya di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Ia meyakini degradasi moral dan gaya hedonis pejabat-pejabat BUMN yang terungkap dewasa ini, lebih disebabkan Kementrian dan Komisaris-Direksi BUMN sangat jauh dari peradaban agama dan sangat bangga berpedoman wajib ikuti trend branded luar negeri.

"Keberhasilan gebrakan Menteri BUMN Erick Tohir dalam hal ini bukanlah dalam membongkar dan mencopot pejabat-pejabat BUMN yang terbukti KKN. Namun, uian terberat Erick Tohir adalah mengembalikan jatidiri dan kultur peradaban nusantara berdasarkan agama terutama dalam menjamin tidak adanya keterlibatan grup usahanya terlibat KKN proyek-proyek pada seluruh BUMN dan turunannya," terang Agus.