Petinggi Hanura Desak Oso Sportif Mundur

Anugrah
Petinggi Hanura Desak Oso Sportif Mundur
Oesman Sapta Odang

Jakarta, HanTer - Para petinggi Partai Hanura mendesak Ketua Umum Oesman Sapta Odang mengundurkan diri dari jabatanya. 

Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan pria yang diakrab disapa Oso dalam menakohdai partai yang didirikan oleh Wiranto. Puncaknya Partai Hanura gagal total di Pemilu 2019 karena tidak lolos ke senayan dan melanggar sejumlah poin yang tertuang dalam Pakta Integritas. 

Informasi desakan mundur tersebut diperoleh dari surat yang diterima redaksi. Surat yang berisi desakan mundur tersebut ditanda tangani oleh Dewan Penasehat Subagyo HS dan Dewan Kehormatan Charuddin Ismail kemudian permintaan mundur tersebut juga disetujui oleh Ketua Dewan Pembina Wiranto tertanggal 9 Desember 2019. 

Dalam surat tersebut Wiranto menyatakan, agar Oso mundur dari jabatanya sebagai Ketua Umum Partai.

"Meminta sikap ke negarawanan dan sportivitas Saudara Dr. (HC) Oesman Sapta Odang untuk memenuhi bunyi dan jiwa dari Pakta Integritas dengan mengundurkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura," bunyi surat tersebut.

Dalam surat tersebut, Wiranto mengatakan, pengisian kekosongan Ketua Umum DPP Partai Hanura akan ditentukan sesuai dengan presedur dan mekanisme Partai Hanura berdasarkan AD-ART Partai Hanura.

Sekedar diketahui, Pakta Integritas yang menjadi salah satu pertimbangan utama mendesak Oso mundur berisi sebagai berikut:

Pakta Integritas yang saudara (Oesman Sapta Odang) tanda tangani pada Tanggal 21 Desember 2016 disaksikan oleh saudara Jendcral TNI.(Purn) Subagyo HS dan saudara Jend. Pol. (Purn) Dr. Chairuddin Ismail, sebagai saksi yang berbunyi sebagai berikut:

a. Bersedia melanjutkan memimpin Partai Hanura Periode 2015-2020 dari Ketua Umum sebelumnya Bapak Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH., MM. sampai Tahun 2020.

b. Bersedia mematuhi Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Hanura.

c. Menjamin soliditas dan kesinambungan Partai Hanura untuk memenangkan Partai Hanura dalam Pemilu 2019.

d. Menjamin penambahan kursi Partai Hanura di DPR-RI dari jumlah sebelumnya di dapat.

e. Wajib membawa gerbong partai yang kami pimpin sebelumnya.Pakta Integritas ini.

f. Dengan ditandatangani mengundurkan diri dari keanggotaan maupun pengurus dari partai apapun menyatakan saya паmanya.

Demikian Pakta Integritas ini dibuat untuk pencalonan saya sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura Tahun 2016 dengan sebenarnya dan penuh tanggung jawab, dan bila dikemudian hari ternyata saya tidak memenuhi atau mematuhi, maka saya secara ikhlas dan tulus dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Partai Hanura.