Sofyano: Tak Hanya Direksi, Erick Tohir Juga Harus Pecat Dekom Garuda

Safari
Sofyano: Tak Hanya Direksi, Erick Tohir Juga Harus Pecat Dekom Garuda
Sofyano Zakaria

Jakarta, HanTer - Menteri BUMN Erick Tohir sudah menjadi idola publik terkait keberanian dan sikap tegasnya mencopot Direktur Utama dan Direksi Garuda.

“Jika Erick melakukan hal yang sama dengan berani untuk memecat Dewan Komisaris (Dekom) Garuda yang lalai dalam pengawasan terhadap direksi maka gebrakan erik akan semakin bagus lagi dan tentu didukung masyarakat,” kata Sofyano Zakaria, direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dalam acara disebuah televisi nasional, Sahala Lumban Gaol, Komisaris Utama Garuda menyatakan bahwa kepergiaan direksi Garuda ke luar negeri tidak ada izin dari dewan komisaris Garuda. Hal ini melanggar aturan yang berlaku di BUMN bahwa setiap kepergian direksi harus seizin dewan komisaris.

Menurut Sofyano, terjadinya masalah di Garuda, khususnya kepergian direksi yang ketika pulang membawa harley dan sepeda brompton, harusnya tak luput dari pengawasan dewan komisaris, setidaknya pada kasus berangkatnya direksi Garuda keluar negeri tanpa se izin dekom.

“Karena Pak Erick selalu bicara akhlak dan moral maka Dekom Garuda harusnya juga punya tanggung jawab moral pula terhadap hal ini,” tambah Sofyano.

Dia melanjutkan, sayangnya kasus di Garuda terkesan seakan hanya jadi beban atau dibebankan dan hanya menjadi  tanggung jawab direksi saja.  Dekom Garuda yang malah merekomendasikan direksi Garuda dicopot.

“Jika bicara etika dan moral seharusnya dekom Garuda juga terkena sanksi pencopotan sebagaimana terhadap direktur lain yang tidak ikut bawa moge tapi ikut dicopot Erick,” papar Sofyano.

Pengawasan

“Seandainya kasus moge tak terungkap bisa jadi kepergian direksi Garuda keluar negeri yang tanpa izin dekom tak akan jadi persoalan. Lolosnya direksi garuda bisa keluar negeri tanpa izin dekom pertanda tidak ada nya pengawasan yang kuat dari dekom garuda dan dekom aman aman saja luput dari perhatian Erick. Disini lah Erick dituntut bisa bersikap adil.”

Persoalan Garuda, kata Sofyano,  ternyata bukan hanya sekedar soal penyelundupan motor gede dan sepeda brompton,  sekarang melebar kemana-mana terkait soal internal yang sudah jadi pembicaran publik.

“Menteri BUMN harus menempatkan dekom dan direksi Garuda baru yang bisa diandalkan dan punya akhlak karena bisnis airline adalah bisnis yang punya resiko yang berbahaya jika dipegang orang yang tak beretika dan dan tak berakhlak,” tutup Sofyano.

#Garuda   #direksi   #bumn