Kapolda Sumut Diberi Apresiasi, Terus Proses Kasus Pembunuhan Hakim

Danial
Kapolda Sumut Diberi Apresiasi, Terus Proses Kasus Pembunuhan Hakim
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto

Jakarta, HanTer - Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Inspektur Jenderal Agus Andrianto memastikan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) dibunuh. Polisi, hingga saat ini masih menyelidiki kasus ini. Sampai hari ini sudah ada 22 orang diperiksa sebagai saksi.

Terkait hal ini, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Karya Amanah Indonesia (LBH KAI) Sudarsono Simbolon memberikan apresiasi kepada pihak Polda Sumut khususnya kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto atas kinerjanya dan kinerja jajaran kepolisian Sumut dalam mengusut kasus ini.

“Saya apresiasi atas kinerja pihak Polda Sumut dan sekarang saksi yang sudah diperiksa sudah 22 orang terkait pembunuhan hakim PN Medan ini,” ujar Direktur Yayasan LBH KAI Sudarsono Simbolon kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya Hakim PN Medan, Jamaluddin yang ditemukan tewas di dalam mobil di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, pada hari Sabtu lalu 29 November 2019, hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Dari berbagai informasi yang sudah dihimpun, Agus juga sudah mengatakan, dalam mengungkap kasus ini, tim dari Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan tidak bisa buru-buru menangkap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

Sementara itu, Direktur Yayasan LBH KAI juga menyayangkan kebijakan oleh Kapolri baru sekarang ini, Jenderal Idham Azis, yang melakukan mutasi Inspektur Jenderal Agus Andrianto dari posisi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Yang mana Agus akan mengisi posisi Kepala Badan Pemelihara Keamanan menggantikan Komisaris Jenderal Firli Bahuri. Hal Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/3229/XII/KEP.2019 pada tanggal 6 Desember 2019.

"Padahal penanganan untuk mengusut tuntas kematian PN Hakim Medan (Jamaluddin) bahkan masih berproses dan baru selidiki 22 saksi, kiranya dengan Kapolda yang baru mengantikan Pak Agus bisa selesaikan segera untuk mengungkap kasus kematian Hakim PN Medan tersebut," tegasnya.